KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo, mengevakuasi warga isoman ke sembilan shelter isolasi terpusat (Isoter). Hal ini dilakukan agar penyebaran covid-19 di lingkup keluarga bisa dicegah.
[irp]
Baca juga: Lagi! Saldo Nasabah Rp1 Juta Lenyap Usai Pakai QRIS, BCA Sumenep Dinilai Lempar Tanggung Jawab
“Tiga hari ini kita telah berhasil memindahkan 42 warga isoman ke shelter isolasi terpusat baik di MPP, puskesmas Sedati maupun puskesmas Porong. Kita fokuskan untuk pemenuhan isoter tersebut, lalu bergeser ke tempat lainnya,” terang Komandan Kodim 0816 Sidoarjo Letkol Inf M Iswan Nusi, di Mapolresta Sidoarjo, Rabu (18/8/2021) sore.
Ia melanjutkan, di shelter isoter, sarana medis seperti obat-obatan terjamin. Begitu juga dengan tim kesehatan yang siap memantau penderita covid-19 setiap waktu. “Keluhan isoter langsung bisa disampaikan ke nakes sehingga langsung bisa ditangani. Berbeda dengan isoman, nakes belum tentu bisa datang ke tempat kediaman. Saat ini kita terus melakukan himbauan kepada masyarakat agar mau menjalani berawatan di shelter isoter,” imbuhnnya.
Sementara itu Bupati Sidoarjo Ahmad Mudlor Ali menerangkan, pemindahan isoman ke isoter melibatkan kapolsek, danramil, bhabinkamtibmas, babinsa, bidan desa, camat dan kepala desa.
Baca juga: DPRD Sumenep Desak Pemkab Segera Isi Jabatan Definitif di Lima OPD
“Isoman yang tempatnya tidak memenuhi syarat akan kita pindahkan ke shelter isoter. Karena kalau tidak begitu akan muncul klaster-klaster baru di tingkat keluarga dan tetangga. Apalagi varian Delta yang penyebarannya lebih cepat. Di sembilan shelter isoter kita mempunyai sekitar 480 bed. Namun bisa ditambah lagi. Tapi kita tidak menginginkan jumlah bed tersebut terisi ,” jelasnya.
Gus Muhdlor mengatakan, beberapa waktu lalu banyak isoman yang datang ke rumah sakit dalam kondisi sudah kritis. “Hal ini harus dihindari. Warga isoman harus punya kesadaran untuk dirawat di shelter isoter. Ini bukan aib kok,” lanjutnya.
Baca juga: Pencarian Korban Tenggelam di Perairan Pulau Mandangin Sampang Masih Nihil
Ia melanjutkan, saat ini keterisian tempat tidur penderita covid-19 di seluruh rumah sakit rujukan di angka sekitar 57 persen sana. “Turun jauh dibanding Bulan Juli lalu yang bahkan mencapai 100 persen. Ini yang harus kita jaga,” harapnya. (bro)
Editor : Satria Nugraha