KLIKJATIM.Com | Gresik—Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menerima penghargaan sebagai ‘the best CEO’ dalam GRC&Performance Excellence Award 2021.
[irp]
Baca juga: Tingkatkan Produksi, Puluhan Pembudidaya Ikan Lele Ikuti Pembinaan di Dinas Perikanan Sampang
Komitmen dan implementasi tersebut mendapat apresiasi dari stakeholder melalui penghargaan “The Best GRC Overall for Corporate Governance & Performance 2021” kategori Manufacturing Industry dan “The Best CEO” untuk Dwi Satriyo Annurogo dalam ajang "GRC & Performance Excellence Award 2021" yang diselenggarakan oleh Majalah BusinessNews Indonesia, baru-baru ini.
“Penerapan GCG, Manajemen Risiko dan Manajemen Kepatuhan tidak hanya sebagai upaya Petrokimia Gresik untuk menjadi perusahaan unggul, tapi juga sebagai langkah memberikan perlindungan bagi konsumen,” tandas Dwi Satriyo.
Tahun 2021, Petrokimia Gresik telah melaksanakan penilaian atas implementasi GCG yang berbasis pada Keputusan Menteri BUMN SK-16/S.MBU Tahun 2012 tentang Indikator Penilaian dan Evaluasi atas Penerapan GCG dan mendapat skor 93,54 atau meningkat dibandingkan Tahun 2020 dengan skor 91,86.
Di bidang Manajemen Risiko, Petrokimia Gresik rutin melakukan audit sebagai bagian dari pengelolaan risiko bisnis maupun risiko operasional. Terbaru, Petrokimia Gresik melakukan Surveillance Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Audit ini sangat penting untuk mengetahui peluang-peluang perbaikan pada potensi risiko K3 di perusahaan sedangkan untuk pengelolaan risiko bisnis, Petrokimia Gresik secara rutin melaksanakan penilaian Risk Maturity Level (RML) sesuai dengan SNI ISO 31000:2018.
Baca juga: COSCO Pilih Terminal Teluk Lamong, Arus Petikemas Internasional Tumbuh Melejit di Atas 90 Persen
Di bidang Kepatuhan, terbaru Petrokimia Gresik berhasil mengantongi perpanjangan Sertifikat Implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001. Petrokimia Gresik berkomitmen menjalankan operasional bisnis dengan bersih dari praktik penyuapan melalui disiplin penerapan SMAP.
Menurut Dwi Satriyo, SMAP ISO 37001 adalah wujud komitmen Petrokimia Gresik mengoptimalkan penerapan GCG dalam menjalankan operasional perusahaan dengan prinsip transparansi. Sebab, penerapan sertifikat ini dapat menumbuhkan budaya anti-penyuapan di perusahaan, sehingga menciptakan keunggulan dibandingkan dengan kompetitor.
“Dampak positifnya tidak hanya mengantarkan Petrokimia Gresik sebagai perusahaan yang unggul. Tapi, ini juga menjadi komitmen perusahaan dalam upaya melindungi petani,” tandasnya.
Baca juga: Hilang Sejak Pagi, Nenek Penghuni Liposos Jember Ditemukan Menangis di Aliran Kali Jompo
Sementara itu, penghargaan "GRC & Performance Excellence Award 2021" diberikan dengan tujuan untuk mendorong peningkatan bisnis perusahaan melalui pengembangan kebijakan dan implementasi tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi secara terintegrasi. Total terdapat 400 perusahaan yang mengikuti seleksi dalam ajang ini.
Integrasi penerapan Governance, Risk and Compliance (GRC) terbukti sangat membantu Petrokimia Gresik dalam memenuhi amanah yang diberikan pemerintah dalam menyalurkan pupuk bersubsidi yang jumlahnya lebih dari separuh total alokasi pupuk bersubsidi yang disiapkan pemerintah untuk petani di tanah air.
“Selain menjadi tolok ukur kinerja baik bagi Petrokimia Gresik, penghargaan ini juga menjadi motivasi Petrokimia Gresik untuk memberikan yang lebih baik lagi bagi pertanian di Indonesia,” tutup Dwi Satriyo.(mkr)
Editor : Redaksi