KLIKJATIM.Com | Surabaya--Assosiasi Kepala Desa (AKD) se-Kabupaten Gresik mengirimkan surat kepada DPRD Jatim. Mereka meminta wakil rakyat memotori pertemuan pembahasan terkait penanganan banjir akibat luapan Kali Lamong.
Anggota Komisi D DPRD Jatim Musyafak Noer mengatakan, pihaknya telah menerima surat dari AKD Kabupaten Gresik. Isi surat tersebut, intinya meminta DPRD Jatim segera menggelar pertemuan dengan Pemprov Jatim, pemerintah pusat dan Pemkab Gresik tentang penanganan banjir Kali Lamong.
[irp]
"Mereka (para kepala desa di Gresik) ingin ada solusi dari banjir tahunan itu. Intinya mengirimkan surat protes kepada dewan," katanya di Surabaya, Senin (6/1/2020).
Musyafak mengatakan, para kades di Gresik merasa langkah dari Pemkab Gresik dan Pemprov Jatim belum konkrit terkait penanganan Kali Lamong. Padahal, bencana banjir itu setiap tahun melanda lima kecamatan di Kabupaten Gresik.
Baca juga: Sinergi Bagi Negeri: MPM Honda Jatim Salurkan 18.440 Bibit Bunga Lewat Program One Sales One Seed
"Ini kan kasus yang setiap tahun terjadi. Yang seharusnya bisa dilakukam antisipasi. Sehingga wajar bila mereka protes dan minta ada penanganan segera," katanya.
[irp]
Baca juga: Kali Lamong Meluap, Rendam 9 Desa di Gresik Selatan, Ratusan Rumah Terdampak
Untuk itu, lanjut Musyafak, pihaknya meminta pemerintah segera duduk bersama membicarakan penanganan banjir Kali Lamong. Sebab, tanpa ada komunikasi yang baik, pembangunan Kali Lamong sulit terwujud.
"Kalau bisa para kades yang desanya terdampak juga dilibatkan untuk bicara, biar semuanya satu frekuensi membicarakan penaganan Kali Lamong," ungkap pria yang juga Ketua Fraksi PPP ini. (try/mkr)
Editor : Redaksi