KLIKJATIM.Com | Surabaya--Assosiasi Kepala Desa (AKD) se-Kabupaten Gresik mengirimkan surat kepada DPRD Jatim. Mereka meminta wakil rakyat memotori pertemuan pembahasan terkait penanganan banjir akibat luapan Kali Lamong.
Anggota Komisi D DPRD Jatim Musyafak Noer mengatakan, pihaknya telah menerima surat dari AKD Kabupaten Gresik. Isi surat tersebut, intinya meminta DPRD Jatim segera menggelar pertemuan dengan Pemprov Jatim, pemerintah pusat dan Pemkab Gresik tentang penanganan banjir Kali Lamong.
Baca juga: Alun-Alun Pacitan Bergemuruh, Konsumen Setia Honda Boyong Hadiah Motor dalam Pengundian UKH
[irp]
"Mereka (para kepala desa di Gresik) ingin ada solusi dari banjir tahunan itu. Intinya mengirimkan surat protes kepada dewan," katanya di Surabaya, Senin (6/1/2020).
Musyafak mengatakan, para kades di Gresik merasa langkah dari Pemkab Gresik dan Pemprov Jatim belum konkrit terkait penanganan Kali Lamong. Padahal, bencana banjir itu setiap tahun melanda lima kecamatan di Kabupaten Gresik.
Baca juga: Siswa TSM Honda Binaan MPM Sapu Bersih Podium LKS Jatim 2026: Wujud Nyata Sinergi Bagi Negeri
"Ini kan kasus yang setiap tahun terjadi. Yang seharusnya bisa dilakukam antisipasi. Sehingga wajar bila mereka protes dan minta ada penanganan segera," katanya.
[irp]
Baca juga: Kejutan Awal Tahun: Konsumen Trenggalek Raih Honda PCX160 dalam Pengundian Program UKH
Untuk itu, lanjut Musyafak, pihaknya meminta pemerintah segera duduk bersama membicarakan penanganan banjir Kali Lamong. Sebab, tanpa ada komunikasi yang baik, pembangunan Kali Lamong sulit terwujud.
"Kalau bisa para kades yang desanya terdampak juga dilibatkan untuk bicara, biar semuanya satu frekuensi membicarakan penaganan Kali Lamong," ungkap pria yang juga Ketua Fraksi PPP ini. (try/mkr)
Editor : Redaksi