KLIKJATIM.Com | Surabaya—Belum semua warga miskin di Kota Surabaya terima bantuan, khususnya di masa pandemi covid-19. Seperti yang dialami pasangan keluarga Wahono (59) dan Sri Yuliwati (50) warga Pacar Kembang Gg.12/32 Kota Surabaya.
[irp]
Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026
Senin (2/8/2021) pasangan suami-istri itu mengadukan nasibnya kepada DPRD Kota Surabaya. Dia mengadukan nasibnya yang sama sekali tak pernah meikmati bantuan dari pemerintah. Di gedung wakil rakyat, keduanya ditemui Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Anas Karno.
Kepada wakil rakyat itu, Wahono dan Sri menceritakan kondisi keluarganya. Sri mengaku selama ini hanya sebagai ibu rumah tangga. Sementara sang suami, hanya seorang tukang becak. Praktis, hanya kayuh becaknya yang selama ini digunakan untuk menghidupi empat anaknya.
Sri mengaku telah berkali-kali berusaha mengajukan bantuan kepada Pemkot Surabaya. Mulai dari kelurahan hingga Dinas Sosial, pernah dimasuki Sri hanya untuk menerima bantuan pemerintah. Sayangnya, seluruh instansi pemerintah di Kota Surabaya yang pernah didatangi Sri, hingga saat ini belum ada yang memberikan bantuan walau hanya sekilo beras.
“Saya sudah mengajukan beberapa kali agar dapat bantuan PKH atau BST, sampai sekarang belum dapat bantuan apapun,” kata Sri Yuliwati.
Sri mengatakan, tetangga kanan-kiri rumahnya di kampung banyak yang menerima bantuan. Setiap para tetangga mencairkan bantuan pemerintah, Sri dan suaminya hanya bisa gigit jari berharap menerima bantuan yang sama.
Sri tak patah arang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, hanya mencari bantuan di kota metropolitan. Dia mengaku sudah lapor kepada kelurahan terkait kondisi keluarganya. Kantor Dinas Sosial Kota Surabaya, juga pernah dimasukinya.
Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan
“Saya sudah bolak balik ke kelurahan dan Dinsos untuk mempertanyakan pengajuan saya,” keluhnya.
Setelah seluruh instansi di Pemkot Surabaya menutup pintu, harapan Sri kini hanya disandarkan kepada wakil rakyat di Kota Surabaya. Sehingga ia memberanikan diri menemui Anas Karno sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan tempat ia tinggal.
“Semoga Pak Anas bisa mencarikan solusinya agar bisa mendapatkan bantuan sosial,” harapnya.
Sementara itu, Anas Karno berjanji akan membantu warganya segera menerima bantuan. Sebab, dari kategori keluarga, secara ekonomi keluarga Wahono-Sri Yuliwati layak menerima bantuan dari pemerintah.
Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas
"Keluarga ini mengaku sudah kurang lebih 10 kali mengajukan bantuan namun belum mendapat sama sekali. Sebagai dewan kita akan membantu, kita akan mengecek dan juga menyampaikan ke Dinas Sosial (Dinsos) agar keluarga ini bisa mendapatkan bantuan," ujarnya.
Anas juga memberikan bantuan secara pribadi kepada keluarga tersebut dengan harapan bantuan tersebut bisa meringkankan bebannya.
"Sebagai rasa kemanusiaan kita bantu, semoga bisa meringankan beban hidupnya," pungkasnya.(mkr)
Editor : Redaksi