Desa Tertinggal Paling Banyak Berada di Kecamatan Kepohbaru

klikjatim.com
Plt Kepala DPMD Bojonegoro, Djuana Poerwiyanto saat ditemui di ruangannya. (Nur Afifullah/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com l Bojonegoro - Pada tahun 2019 Kabupaten Bojonegoro memiliki 19 desa tertinggal di 8 kecamatan. Desa tersebut paling banyak berada di Kecamatan Kepohbaru.

[irp]

Baca juga: Apresiasi Loyalitas, 78 Personel Polres Bojonegoro Terima Tanda Kehormatan Negara

Plt Kepal Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Djuana Poerwiyanto mengatakan, Desa-desa yang masuk kategori tertinggal akan mendapatkan perhatian. Ditargetkan, Desa-desa tersebut bangkit dan keluar dari kategori tertinggal. "Pelayanan sosial dan kesehatan akan ditingkatkan," ujarnya.

Disebutkan, 19 desa tertinggal ada di 8 kecamatan dan terbanyak di Kepohbaru dan Purwosari. Masing-masing ada 5 desa, yaitu Desa Krangkong, Desa Betet, Desa Karangan, Desa Sugihwaras dan Desa Sumber gede di Kecamatan Kepohbaru. Sedangkan di Kecamatan Purwosari ada Desa Pelem, Desa Kali ombo, Desa Tinumpuk, Desa Ngapluk, dan Desa Donan.

[irp]

Baca juga: Petaka Sopir Mengantuk, Xpander Seruduk Motor, PKL, hingga Warung Sembako di Sumenep

Ada empat kecamatan yang hanya satu desa tertinggal, yaitu Desa kali Sumber Kecamatan Tambakrejo, Desa Sumberbendo Kecamatan Bubulan, Desa Pancur Kecamatan Temayang dan Desa Manukan Kecamatan Gayam.

Selain itu, di Kecamatan Kedungadem ada 3 desa, yakni Desa Babat, Desa Mojorejo, Desa Ngrandu. Sedangkan dua desa lainnya ada di Kecamatan Gondang, yakni Desa Jari dan Desa Pragelan.

Baca juga: Anggaran Sampang Dipangkas, Komisi II DPRD Desak Desa Mandiri dan Berhenti Berpangku Tangan

Djuana Poerwiyanto mengungkapkan, Desa tertinggal ini dilihat dari 3 indikator. Ketiga indikator tersebut adalah IKE (Indeks Ketahanan Ekonomi), IKS (Indeks Ketahanan Sosial) dan IKL (Indeks Ketahanan Lingkungan). Semuanya didapat dari laporan pendamping desa untuk dikelola oleh Dinas PMD. (af/bro)

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru