PPKM Diperpanjang Lagi, Pelaku Wisata di Mojokerto Kibarkan Bendera Putih

klikjatim.com
Para pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Mojokerto mengibarkan bendera putih tanda mereka menyerah dengan keadaan akibat penerapan PPKM Darurat

KLIKJATIM.Com | Mojokerto - Penerapan PPKM hampir sebulan ini membuat sebagianbesar pelaku usaha di Tanah Air kelimpungan. Mereka yang tidak kuat bertahan menyerah dengan keadaan dan meminta bantuan ke pemerintah. Seperti yang dilakukan ratusan pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Mojokerto dengan mengibarkan bendera putih tanda menyerah alias angkat tangan dengan keadaan.

[irp]    

Baca juga: Ngamuk di Jalan Empunala, Ibu Muda di Mojokerto Maki Pemotor dan Aniaya Bocah

Sejak ditutup 3 Juli lalu, para pelaku wisata merugi dan banyak karyawan yang menganggur bahkan hingga kini mereka belum mendapat bansos apa pun. Ratusan pelaku wisata itu terdapat di empat kecamatan yakni, Pacet, Trawas, Trowulan dan Kemlagi.

Mereka adalah para pelaku wisata berbasis desa di antaranya, wisata air panas Pacet, wisata sumber gempong, Kecamatan Trawas, wisata waduk tanjungan Kecamatan Kemlagi dan pelaku usaha kreatif Kecamatan Trowulan.

Tak hanya dipasang di lokasi wisata, pengibaran bendera putih juga dipasang di lapak-lapak PKL sekitar lokasi wisata, pengibaran bendera putih dilakukan karena usaha wisata berbasis desa dan usaha kreatif merasakan dampak pandemi COVID-19 dan dampak pemberlakuan PPKM yang tak kunjung berakhir.

Baca juga: Empat Kendaraan Tabrakan Beruntun di Mojokerto, Dua Orang Terluka

Akibatnya, para pelaku usaha banyak menganggur, para pelaku usaha mengaku kehabisan modal, dana safety atau sampingan juga habis, sementara listrik di tempat usaha tetap harus bayar.

Pegawai atau pekerja pun juga tetap digaji, meski tutup mereka menjaga tempat usaha, belum lagi bahan dagangan yang busuk, seperti pedagang buah, sayur, bahan-bahan makanan di warung, cafe dan restoran.

Koordinator pelaku wisata berbasis desa dan usaha kreatif, Wiwit Haryono mengatakan, pihaknya meminta agar pemerintah memperhatikan para pelaku usaha wisata dan usaha kreatif di Kabupaten Mojokerto, di antaranya pemenuhan kebutuhan hidup berupa bansos dan kompensasi kerugian selama penutupan.

Baca juga: Lansia Asal Mojokerto Tewas Tertemper Kereta Api di Bawah Flyover Krian

“Ini adalah bentuk keprihatinan kami atas macetnya pendapatan kami selama 1 bulan ini, jadi hasteg kami mengetuk pintu hati bupati, mengetuk hati jokowi karena kami bagian dari warga indonesia yang terdampak ekonomi adanya penutupan usaha kami,” ungkapnya.

Para pelaku usaha wisata desa dan usaha kreatif ini berharap memberikan kebijakan yang jelas usai pemberlakuan PPKM di antaranya, pembukaan lokasi wisata meski dengan pembatasan protokol kesehatan. (ris)

Editor : Tsabit Mantovani

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru