KLIKJATIM.Com | Gresik - Perbaikan area Makam Sunan Prapen Gresik tidak mengubah statusnya sebagai cagar budaya nasional. Hal tersebut berbeda dengan makam Putri Cempo yang mengalami perubahan akibat kerusakan dan statusnya bukan lagi sebagai cagar budaya.
Wicaksono Dwi Nugroho Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim menjelaskan, pohon tumbang yang menimpa Makam Sunan Prapen Gresik jadi perhatian pusat. Maka dari itu, usai kejadian langsung dilakukan pendataan disusul perbaikan.
[irp]
Baca juga: Dendam Lama Berujung Tragedi Berdarah, Pria di Sampang Tega Sabet Paman dan Adik Kandung
"Kita hitung biaya kerusakan dan biaya untuk memperbaikinya. Selagi ada nilai otentik dan sejarah, masih bisa menjadi cagar budaya," katanya.
Dia menambahkan, meskipun ada sebagian unsur bahan yang diganti tidak akan merubah statusnya sebagai cagar budaya. "Memang ada perubahan seperti kayu yang lapuk. Kita ganti jenis kayu yang sama dan mendekati keasliannya. Kemudian diambil gambarnya, mendokumentasikan mana yang lama dan yang baru. Dan dikasih tanda," lanjutnya.
Baca juga: Kecamatan Kota Belum Terkejar, Perebutan Juara Umum Porkab Bojonegoro Masih Panas
Wijcaksono menegaskan, Makan Sunan Prapen ini termasuk cagar budaya nasional, makanya menjadi perhatian pusat melalui BPCB Jatim. Kedepannya akan dilakukan pemugaran dan penataan lingkungan di setiap cagar budaya yang ada di seluruh wilayah Jatim.
[irp]
Baca juga: Kabupaten Sumenep Pimpin Daerah Berinflasi Terendah di Jawa Timur pada Juni 2026
"Untuk area Sunan Prapen sudah ada anggaran sejak tahun kemarin," pungkasnya. (iz/bro)
Editor : Redaksi