Wali Kota Mojokerto Tak Tega Lihat Rakyatnya Jika PPKM Darurat Diperpanjang

klikjatim.com
(ist)

KLIKJATIM.Com | Mojokerto - Sejumlah kepala daerah mengakui bahwa perpanjangan PPKM Darurat akan membuat masyarakat berat. Mereka pun berharap pemerintah pusat dapat mendengar suara rakyat. Hal tersebut salah satunya seperti yang disampaikan oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Ning Ita, sapaan Wali Kota Mojokerto menuturkan bahwa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat akan membuat rakyat berat. “Rakyat berat, pemerintah harus mendengarkan Rakyat, Kulo mboten tego (saya tidak tega, red),” tulis Ning Ita saat menyikapi wacana perpanjangan PPKM Darurat seperti yang dilansir suaramojokerto.com.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

“Pengalaman mengajarkan saya bahwa setiap strategi maupun kebijakan yang telah berjalan perlu dievaluasi untuk menentukan bagaimana langkah selanjutnya yang harus diambil. Pun demikian halnya dengan kebijakan PPKM Darurat Jawa dan Bali yang telah diberlakukan selama 15 hari,” ungkapnya.

Dia mencatat, bukanlah pilihan yang mudah bagi pemerintah untuk memutuskan PPKM darurat diperpanjang atau diakhiri. Sebab ada pertimbangan pemerintah dengan kondisi di lapangan, misalnya tingkat penyebaran virus dan fasilitas kesehatan.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

“Perlu semua ketahui bahwa bukanlah pilihan yang mudah bagi pemerintah untuk memutuskan PPKM Darurat, karena saya melihat di satu sisi kita harus menghentikan laju penularan varian delta, agar para dokter dan tenaga kesehatan serta fasilitas kesehatan lainnya bisa fokus menyembuhkan pasien Covid-19,” tuturnya. (*)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru