Mayat Bayi yang Ditemukan Warga Jombang Ternyata Ibunya Masih Siswi SMP

klikjatim.com
Polisi saat gelar perkara di Mapolres Jombang.

KLIKJATIM.Com | Jombang—Mayat bayi yang ditemukan warga di sungai Kecamatan Sumobito, Jombang akhirnya terungkap. Berdasarkan penyelidikan polisi, bayi malang itu masih siswi kelas 3 SMP.

[irp]

Baca juga: Komitmen Perkuat Infrastruktur Ketahanan Pangan, Bupati Yes Sabet Pemimpin Daerah Awards 2026

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan mengatakan, kasus pembuangan bayi ini terungkap salah satunya karena vaksinasi COVID-19. Yakni seorang gadis berusia 14 tahun menolak divaksin tanpa alasan yang jelas.

"Dia kami mintai keterangan, kemudian diperiksa dokter ternyata ada tanda-tanda habis melahirkan," kata Teguh saat jumpa pers di Mapolres Jombang, Selasa (13/7/2021).

Kepada polisi, siswi kelas 3 SMP negeri di Kecamatan Sumobito, Jombang itu mengaku usai melahirkan pada Sabtu (3/7) sekitar pukul 02.00 WIB. Ia melahirkan seorang diri di dalam kamar mandi rumah neneknya.

"Setelah bayi lahir, dia masukkan tas plastik. Kemudian dia buang ke sungai sekitar 20 meter di depan rumahnya," ungkap Teguh.

Baca juga: Penonton Karnaval Budaya Jember Panik, Pos Kamling Ambruk Disenggol Pick Up Muat Sound Horeg

Ia menjelaskan, pelaku melahirkan saat usia kandungannya masih sekitar 5-6 bulan. Gadis asal Kecamatan Sumobito, Jombang ini dihamili kekasihnya.

"Dia tinggal bersama neneknya, kehamilannya ditutupi menggunakan pakaian yang longgar sehingga tak kelihatan perutnya buncit," jelas Teguh.

Siang ini, lanjut Teguh, mayat bayi laki-laki yang dilahirkan dan dibuang pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk diautopsi. Menurut dia, autopsi untuk memastikan penyebab kematian bayi.

Baca juga: Buka Kantor Baru dan Siapkan Kejutan Kader Anyar, DPD PSI Jember Tegaskan Dukungan Penuh untuk Gus Fawait

"Untuk mengungkap apakah pelaku melakukan aborsi atau menghilangkan nyawa bayi setelah melahirkan," paparnya.

Sampai saat ini gadis 14 tahun itu masih berstatus saksi dalam kasus pembuangan bayi tersebut. "Nanti kami gelar perkara dulu karena pelaku juga korban (persetubuhan sampai hamil), nanti menjadi pertimbangan," imbuh Teguh.

Mayat bayi laki-laki itu pertama kali ditemukan dua bocah yang sedang bermain di dekat sungai Kecamatan Sumobito, pada Sabtu (3/7) sekitar pukul 10.00 WIB. Bayi tersebut mengapung di sungai tanpa sehelai benang pun membalut jasadnya. Tali pusar masih menempel pada perut bayi. (*)

Editor : Tsabit Mantovani

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru