FTBM Jatim Punya Ketua Baru, Targetkan Penurunan Buta Huruf

klikjatim.com
Ketua FTBM Jatim terpilih, Imam Muhlas mendampingi Ketua FTBM Jatim sebelumnya, Dwi Astutik. (Nur Afifullah /Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Forum TBM Jawa Timur telah mendapatkan ketua baru, yaitu Imam Muhlas. Ketua FTBM Bojonegoro tersebut terpilih dalam Musyawarah Wilayah Forum TBM Jawa Timur ketiga di Hotel Dewarna Bojonegoro pada Kamis (19/12/2019) siang. Setelah ini, diharapkan gerakan literasi di Jatim meningkat.

[irp]

Baca juga: Siswa TSM Honda Binaan MPM Sapu Bersih Podium LKS Jatim 2026: Wujud Nyata Sinergi Bagi Negeri

Sebelum pemilihan, pengurus periode 2014-2019 melaporkan kinerja selama satu periode penuh yang dipimpin oleh Dwi Astutik. Perempuan yang dikabarkan akan maju pada Pilwali Surabaya mendatang tersebut menyampaikan pesan-pesan literasinya. Meskipun dia tidak lagi menjabat, dia siap untuk membantu dan dipanggil FTBM jika dibutuhkan.

Dalam proses Pemilihan Ketua FTBM Jatim ada 5 calon dari 5 kabupaten yaitu Bojonegoro, Kabupaten Kediri, Kabupaten Sampang, Kabupaten Sidoarjo dan Kota Kediri. Kabupaten Bojonegoro mendapatkan suara tertinggi dan sidang memutuskan Imam Muhlas sebagai Ketua baru FTBM Jatim periode 2019-2024.

Baca juga: Kejutan Awal Tahun: Konsumen Trenggalek Raih Honda PCX160 dalam Pengundian Program UKH

Pria yang akrab dipanggil Geka ini mengatakan, dia berterima kasih kepada forum yang telah memberi amanah kepadanya. Untuk ke depan akan mengajak para pelaku taman bacaan masyarakat di Jatim lebih menyeriusi ikhtiar pencegahan buta huruf kembali. Salah satu strateginya adalah dengan mengajak pegiat atau pemerintah desa hingga kabupaten proaktif.

"Bersama mitra literasi lainya dan pemerintah, FTBM akan menggelorakan gerakan membantu warga untuk tetap menambah belajarnya," ujar pegiat literasi yang juga seorang advokat ini. 

Baca juga: MPM Innovation Day 2026: Perkuat Budaya Inovasi melalui Tema Think Beyond The Frame

[irp]

Acara pemilihan tersebut kemudian ditutup dengan berbagai kegiatan. Seluruh perwakilan TBM dari berbagai kota juga segera meninggalkan Bojonegoro karena Muswil adalah agenda terakhir. Sebelumnya ada workshop dan lomba serta berbagai kegiatan yang menunjang literasi masyarakat. (af/bro)

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru