KLIKJATIM.Com | Ponorogo—Pemkab Ponorogo mendirikan tenda yang dipersiapkan sebagai ruang isolasi bagi penderita covid-19. Sebab, ruang isolasi di RS dr Harjono Ponorogo saat ini telah penuh.
[irp]
Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026
Wakil direktur (Wadir) RSUD dr Harjono, drg Enggar Tri Adji mengatakan opsi dipilih karena ruang isolasi penuh. IGD juga ikut penuh. Dia mengaku tidak ingin pasien lain yang bukan Covid-19 ikut terpapar. Juga menghindari tenaga kesehatan (nakes) terpapar.
"Kalau dipisah kan kemungkinan terpapar kecil. Tujuannya itu sih," ujar drg Enggar, Selasa (29/6/2021).
Dia mengaku tenda sudah mulai berdiri pada Selasa (29/6/2021) pagi. Dibantu dengan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo.
"Ini tenda yang ada milik BPBD Ponorogo. Jadi kami meminjam," kata drg Enggar di sela pendirian tenda.
Menurutnya, tenda ini hanya untuk transit. Jika ada pasien terindikasi Covid-19 dan ruang isolasi masih penuh, pasien ditaruh di tenda dulu.
"Di tenda ini juga lengkap. Nanti ada alat oksigen. Tapi ya cuma transit. Selebihnya nanti dimasukkan ke ruang isolasi," sambungnya.
Selain menyiapkan peralatan, dia mengklaim nakes juga sudah siap. Dia mengaku akan diambilkan nakes dari IGD. Pun jika dirasa kurang akan diambilkan nakes dari ruang lain.
Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan
"Kalau siang kan nakes di IGD ada 40 orang. Malam yang minim," urainya.
Dia menjelaskan untuk saat ini ada satu tenda yang didirikan. Dengan kapasitas 10 tempat tidur. "Yang jaga nakesnya nanti 2 orang cukup," paparnya.
Saat ini, ada 2 pasien terkonfirmasi Covid-19 yang tertahan di IGD. Mereka nanti rencananya dipindahkan ke tenda jika tenda sudah berdiri sempurna.
Sementara Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Setyo Budiono menambahkan, pendirian tenda ini sifatnya hanya membantu. Pasalnya RSUD dr Harjono meminta untuk mendirikan tenda.
"Saat ini yang diminta satu tenda. Ukurannya 6 kali 12 meter," sambung Budi--sapaan akrab--Setyo Budiono.
Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas
Dia memaparkan bahwa dengan tenda 6 kali 12 meter idealnya bisa diisi 12 tempat tidur. Namun saat ini hanya diisi 10 tempat tidur saja.
"Selain permintaan RS untuk bisa menjaga jarak. Jadi yang seharusnya diisi 12 hanya diisi 10," tambahhya.
Dia menegaskan untuk sementara, BPBD tidak diminta untuk menerjunkan bantuan berupa tenaga. Hanya tenda dan tempat tidur.
"Tendanya pun hanya satu. Sebenarnya kami ada 4 tenda. 2 tenda sudah dipasang di pusdalops dan rumah karantina. Satu lagi tidak layak," pungkasnya. (mkr)
Editor : Fauzy Ahmad