Triwulan Pertama Tahun 2021 Sebanyak 141 Kasus TBC di Nganjuk, Dinkes Ajak Masyarakat Waspada

klikjatim.com
Kegiatan sosialisasi bersama kader TBC yang dijadikan sebagai ujung tombak pendampingan pasien. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Nganjuk – Salah satu upaya untuk memutus mata rantai kasus Tuberculosis (TBC) adalah dengan meningkatkan kapasitas kader sebagai ujung tombak dalam penemuan dan mendampingi pasien. Hal ini menjadi salah satu prioritas yang dilakukan Pemkab Nganjuk, menyusul tingginya kasus penyakit menular tersebut dalam triwulan pertama tahun 2021.

[irp]

Baca juga: Komunitas Honda Malang Nikmati Sensasi Night Ride Bersama New Honda Vario Evo 160

Kasi Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk, Didik Hermanu mengungkapkan, bahwa data kasus TBC di daerah setempat antara Januari sampai Maret tahun 2021 tercatat ada sebanyak 141 pasien. Sehingga kondisi tersebut harus benar-benar diwaspadai dengan memaksimalkan pencegahan.

“Kita harus selalu waspada dan maksimal dalam mencegah TBC ini," ungkap Didik kepada awak media stelah menjadi narasumber dalam kegiatan refreshment kader TBC, atau penyegaran kader TBC dalam penemuan dan pendampingan pasien di Kabupaten Nganjuk, Rabu (16/6/2021).

Baca juga: Dimeriahkan Ndarboy Genk, Launching New Honda Vario Evo 160 Sedot Ribuan Pengunjung di Sidoarjo

Selain itu, dukungan terhadap penanganan kasus TBC juga datang dari beberapa pihak seperti Sub-sub Recipient (SSR) Kediri-Nganjuk maupun Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (YABHYSA) Kabupaten Nganjuk.

Ketua YABHYSA Kabupaten Nganjuk, Emil Subhan mengatakan, untuk kegiatan refreshment kader TBC ini sebenarnya diadakan setiap setahun sekali ini untuk melakukan penyegaran dan pelatihan ulang. Termasuk bagi kader yang sudah tidak aktif.

Baca juga: Kinerja Operasional Semester I 2026 Tumbuh Positif, Pelindo Raih Apresiasi Komisi VI DPR RI

Nah, tugas kader ini salah satunya melakukan investigasi kontak untuk menemukan kasus (suspek) dan pendampingan pengobatan pasien TBC. "Setiap setahun sekali kami ada evaluasi kader, kegiatan ini untuk merefresh semuanya. Supaya, apabila ada kader baru gabung dapat dibantu kader senior," jelas Emil yang juga narasumber dalam kegiatan di aula Front One Ratu Nganjuk tersebut.

Perlu diketahui bahwa YABHYSA ini baru berdiri awal tahun 2021. Meski demikian, tapi diharapkan dengan adanya 30 kader yang membarui pengetahuan dan keterampilan ini sebagai upaya penanggulangan TBC di daerah setempat. (Iskandar/nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru