KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Memorial Park dengan kelas eksklusif seperti yang ada di Karawang, Jawa Barat (Jabar) rencana akan berdiri di Kabupaten Tulungagung. Saat ini rencana pembangunan tempat pemakaman dengan tarif per petak yang ditaksir mencapai sekitar Rp 50 juta tersebut sudah proses pemantapan.
[irp]
Baca juga: Kabupaten Sumenep Pimpin Daerah Berinflasi Terendah di Jawa Timur pada Juni 2026
Untuk tahapan penjajakan tersebut dilakukan oleh pihak investor kepada warga dan Pemerintah Desa (Pemdes) Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung sebagai lokasi rencana pembangunan. "Statusnya masih penjajakan, belum ada izin resmi yang masuk ke kami mas," ujar Kabid Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tulungagung, Setiono.
Menurutnya, pihak investor sampai saat ini belum mengajukan permohonan secara resmi terkait perizinan. Namun tak dipungkiri bahwa pihak investor sudah pernah berkomunikasi untuk membahas pembangunan memorial park tersebut.
Setiono pun menyarankan kepada pemilik modal agar melakukan penjajakan dengan warga sekitar dan Pemdes Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung terlebih dulu sebelum mengajukan izin resminya kepada DPM-PTSP. "Ya saat ini prosesnya investor itu sedang berkomunikasi dengan warga dan pemerintah, membicarakan nanti CSR-nya seperti apa, terus apa lagi yang diinginkan warga, masih seputar itu," ungkapnya.
Secara singkat, Setiono menyebut bahwa investor tersebut memiliki lahan seluas 240 hektare di Desa Ngepoh. Kemudian 100 hektare di antaranya akan dimanfaatkan sebagai memorial park.
Tidak hanya makam saja. Investor tersebut juga berencana membangun tempat ibadah, lokasi kuliner dan tempat wisata yang bisa memanjakan pihak keluarga yang sedang berduka atau mengunjungi keluarganya di memorial park.
Baca juga: Tembus Pasar Global, Gubernur Khofifah Lepas Ekspor 405 Ton Ikan Kaleng Banyuwangi
"Jadi tidak hanya makam saja, ada juga nanti tempat ibadah, kemudian kuliner dan hiburan untuk keluarga. Jadi nggak cuman makam saja, tapi ada tempat untuk hiburanya juga," jelas Setiono.
Jika tidak ada kendala dan semua proses bisa dilaksanakan sesuai dengan prosedur, diperkirakan rencana pembangunan memorial park memakan waktu antara 1 atau 2 tahun ke depan. Setiono pun optimis, jika memorial park ini bisa terwujud maka potensinya akan melebihi memorial park di Karawang, Jabar.
"Kalau sesuai analisanya, jika nanti terwujud itu bisa lebih terkenal dan bakal lebih banyak diminati dibandingkan dengan yang di Karawang. Karena pertama ada bandara di dekat sini, bahkan investor juga sudah menyiapkan hellipad dan lokasinya kan ada di gunung, itu fengshuinya bagus," tambah Setiono.
Sementara itu Ketua Komisi C DPRD Tulungagung, Asrori mengungkapkan, secara resmi pihaknya belum menerima informasi pembangunan memorial park tersebut. Tapi masih sebatas informasi awal dari DPM-PTSP.
"Resmi belum ada, tapi sekilas itu pernah disampaikan saat kita ngobrol biasa seperti ini," jelasnya.
Asrori mengaku, pihaknya secara umum mendukung investasi yang bisa memberikan dampak positif bagi warga dan perkembangan ekonomi di Tulungagung. "Intinya, jika itu nanti meningkatkan ekonomi dan taraf hidup masyarakat, kami secara umum setuju," tandasnya. (nul)
Editor : Iman