Menteri KKP Wahyu Trenggono Dorong Pelabuhan Brondong Lamongan Terintegrasi dengan Industri Perikanan

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Menteri KKP Wahyu Trenggono (Kanan) didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Effendi saat berdialog dengan nelayan dan pengelola pelabuhan perikanan Brondong, Sabtu (1/5/2021)

KLIKJATIM.Com | Lamongan - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Wahyu Trenggono mendorong pelabuhan pendaratan ikan terintegrasi dengan industri perikanan.  Ini menjadi program transformasi pelabuhan perikanan menjadi lebih higienis dan modern menjadi target Kementerian Kelautan dan Perikananan (KKP).

[irp]

Baca juga: Tekan Angka Perceraian, Pemkab Lamongan Teken MoU Lintas Sektor Perkuat Ketahanan Keluarga

"Selain sebagai tempat pendaratan ikan, pelabuhan juga harus terintegrasi dengan industri perikanan sehingga pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan lebih meningkat," kata Wahyu Trenggono saat meninjau pelabuhan perikanan di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan, Sabtu (1/5/2021).

Di Lamongan, Menteri KKP didampingi Bupati Lamongan Yuhtonur Effendi. Lebih lanjut Wahyu Trenggono menilai pentingnya menjaga kebersihan pelabuhan agar tidak menimbulkan bau menyengat dan ikan-ikan yang dipasarkan juga lebih higienis.

"Dua tahun ke depan ini harus jadi bersih dan tidak (ada lagi) bau menyengat," ujar Menteri Trenggono saat menjawab paparan Kepala PPN Brondong, Ibrahim.

Baca juga: Hadapi Dinamika Global, Bupati Yes Pimpin Leaders Brief: Samakan Persepsi dan Transformasi Pola Kerja

Aktivitas bongkar ikan di PPN Brondong per tahunnya lebih dari 53.000 ton dengan nilai produksi hampir Rp 1 triliun. Sedangkan ikan yang didaratkan didominasi oleh ikan jenis swanggi, kurisi, kuniran, kapas-kapas, biji nangka dan ikan ayam-ayam. Setiap harinya ada 900 kapal yang melakukan aktivitas di pelabuhan dengan kapasitas terbanyak di bawah 30 GT.

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru