Jadi Langganan Banjir Akibat Box Culvert, Warga Perum Dosen Untag Surabaya Wadul DPRD

klikjatim.com
Suasana hearing Komisi C DPRD Surabaya. (Hilmi/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Permasalahan banjir di Kelurahan Semolowaru, Kecamatan Sukolilo, ditindaklanjuti oleh Komisi C DPRD Kota Surabaya dengan menggelar hearing bersama Pemerintah Kota (Pemkot) setempat. Dalam rapat dengar pendapat tersebut, legislatif mendesak Pemkot Surabaya untuk mengatasi luapan air yang dikeluhkan oleh warga perumahan Dosen Untag Surabaya, tepatnya di Semolowaru.

[irp]

Baca juga: Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Gubernur Khofifah: Organda Punya Peran Strategis di Balik Angka Ini

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Aning Rahmawati mengaku sudah melihat lokasi yang dikeluhkan warga. Berdasarkan pengamatannya, aliran air dari arah barat atau Kampus Untag tidak bisa mengalir ke arah timur atau Semolowaru.

“Bisanya hanya mengalir ke arah selatan yaitu perumahan dosen Untag karena di bawah Jembatan depan perumahan yang berfungsi sebagai jalan, itu ada box culvert besar yang menutupi aliran air,” kata Aning, Selasa (27/4/2021).

Adapun pompa air di Semolowaru dari PU Bina Marga Kota Surabaya, yang digunakan untuk memompa air dalam box culvert sisi timur kondisi airnya kering. Karena air mengalir ke sisi selatan yang mengakibatkan perumahan dosen Untag terendam air meski di musim kemaru.

Baca juga: Pertama di Indonesia, Khofifah Resmikan Karantina Terpadu Jatim: Hub Logistik Penguat Gerbang Baru Nusantara

“Jadi pompa air ini tidak berfungsi sama sekali untuk menyelesaikan masalah banjir di Perumahan Dosen Untag. Itu kenapa warga hearing di Komisi C, karena memang sudah berdampak selama 4 tahun,” tegas Aning.

Komisi C memberikan rekomendasi agar Pemkot melakukan kajian bersama Untag dalam waktu dua minggu. Selain itu Pemkot juga diminta untuk memasang pompa portable terkait penanggulangan banjir di RW 03 dan RW 06 Kelurahan Semolowaru.

"Sembari menunggu pemasangan pompa, kami meminta untuk melakukan kajian antara pemkot dengan untag dalam waktu 14 hari," tegasnya.

Baca juga: Perkuat Bank Jatim, Gubernur Khofifah Gandeng Maybank Islamic Malaysia Bangun Ekosistem Halal Global

Sementara itu, Mohammad Sholeh warga Semolowaru yang juga Kasi Lingkungan mengatakan, rumahnya telah terdampak banjir sejak 2017 atau sejak Box Culvert dibangun. "Rumah kami kebanjiran hampir tiap tahun dengan kedalaman kurang lebih 50 centimeter, bahkan saya biasanya tidur di musala kalau kebanjiran," ungkapnya.

Saat ini dia bersama warga Perumahan Dosen Untag menunggu hasil kajian, yang akan dilakukan oleh Pemkot dan Untag dalam upaya mengatasi banjir tersebut. "Kami menunggu kajian dari Pemkot dan Untag untuk nanti dipadukan dalam mencari solusi banjir ini," pungkasnya. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru