Tekan Radikalisme, Ghoni : Nilai Agama Harus Dibumikan

klikjatim.com
Kabid Pemuda dan Olahraga DPC PDI P Surabaya Abdul Ghoni saat menghadiri acara diaog interaktif lintas budaya di Pure Segara Geni Kenjeran Surabaya. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya--Maraknya aksi radikalisme menjadi perhatian serius negara dan pemerintah. Termasuk kalangan wakil rakyat di Kota Surabaya juga dituntut membendung meluasnya ideologi radikal.

Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPC PDIP Surabaya, Abdul Ghoni Mulhlas Ni'am mengatakan, paham radikalisme saat ini kian meluas. Khususnya, bagi kalangan pemuda hal itu harus segera diperangi.

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

[irp]

"Nilai-nilai agama harus dibumikan, esensi agama adalah memanusiakan manusia," kata anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya usai menghadiri acara Dialog Interaktif Lintas Budaya di Pura Segara Geni, Kenjeran, Surabaya, Minggu (24/11/2019).

Menurut Ghoni, kehidupan beragama juga tak sekedar hubungan vertikal antara makhluk dan tuhannya melainkan juga hubungan sesama manusia.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

"Lebih dari itu, agama mengandung nilai dan ajaran tentang hubungan horizontal antar sesama makhluk," tegasnya.

[irp]

Melihat semakin meluasnya issue kasus Radikalisme tersebut, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait telah menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang penanganan radikalisme bagi kalangan aparatur sipil negara (ASN) pada, Selasa (12/11/19).

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Dari penanda tanganan itu, Ada 11 kementerian atau lembaga yang ikut menandatangani SKB tersebut. Antara lain Kemenko Polhukam, Kemendagri, Kemendag, Kemenkominfo, Kemendikbud, Kemenkumham, BIN, BNPT, BIPP, BKN, KASN. (*/nk/mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru