KLIKJATIM.Com | Surabaya--Maraknya aksi radikalisme menjadi perhatian serius negara dan pemerintah. Termasuk kalangan wakil rakyat di Kota Surabaya juga dituntut membendung meluasnya ideologi radikal.
Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPC PDIP Surabaya, Abdul Ghoni Mulhlas Ni'am mengatakan, paham radikalisme saat ini kian meluas. Khususnya, bagi kalangan pemuda hal itu harus segera diperangi.
Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat
[irp]
"Nilai-nilai agama harus dibumikan, esensi agama adalah memanusiakan manusia," kata anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya usai menghadiri acara Dialog Interaktif Lintas Budaya di Pura Segara Geni, Kenjeran, Surabaya, Minggu (24/11/2019).

Menurut Ghoni, kehidupan beragama juga tak sekedar hubungan vertikal antara makhluk dan tuhannya melainkan juga hubungan sesama manusia.
Baca juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Kini Miliki 17 TUK Astra Honda Berstandar Industri
"Lebih dari itu, agama mengandung nilai dan ajaran tentang hubungan horizontal antar sesama makhluk," tegasnya.
[irp]
Melihat semakin meluasnya issue kasus Radikalisme tersebut, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait telah menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang penanganan radikalisme bagi kalangan aparatur sipil negara (ASN) pada, Selasa (12/11/19).
Baca juga: Perkuat Semangat Kebersamaan Iduladha, MPM Honda Jatim Salurkan Puluhan Hewan Kurban
Dari penanda tanganan itu, Ada 11 kementerian atau lembaga yang ikut menandatangani SKB tersebut. Antara lain Kemenko Polhukam, Kemendagri, Kemendag, Kemenkominfo, Kemendikbud, Kemenkumham, BIN, BNPT, BIPP, BKN, KASN. (*/nk/mkr)
Editor : Redaksi