KLIKJATIM.Com | Gresik — Kabupaten Gresik kembali ke zona orange pandemi Covid-19. Padahal, menurut data kasus covid-19 Kamis lalu hanya terdapat 48 kasus positif aktif.
[irp]
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik drg Saifudin Ghozali membenarkan apabila zona pandemi Covid-19 di Gresik berubah ke warna oranye. “Iya berubah ke oranye,” ucapnya, Jumat (23/4/2021).
Sementara Wakil Bupati Aminatun Habibah mengatakan, perubahan zona pandemi itu terjadi karena data yang dilaporkan tidak sepenuhnya terkonfirmasi positif. Pihaknya mencontohkan, apabila satu orang konfirmasi positif tapi kontak erat juga dimasukan ke dalam data tersebut. Sehingga, mempengaruhi warna zona pandemi. “Lebih jelasnya langsung ke Dinkes ya,” ucapnya.
Meski demikian, Wabup Aminatun memastikan untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) maupun operasional bioskop tetap berlangsung.
Sedangkan data yang dihimpun, penyebab perubahan zona pandemi itu karena kontak erat yang sudah dimasukan ke data covid, juga karena adanya peningkatan kasus konfirmasi positif dari TKI yang sudah pulang ke Gresik.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Gresik Mahin memastikan untuk pelaksanaan PTM akan terus berjalan hingga ada keputusan lanjutan dari bupati. Dengan adanya perubahan zona ini, pihaknya tentu akan lebih menekankan kedisiplinan protokol kesehatan kepada sekolagan.
“Kemarin ada SD yang salah satu gurunya terkonfirmasi positif. Langsung SD itu kami tutup untuk sementara waktu,” ucapnya.
Begitu pula dengan sekolah yang lain, apabila ada satu warga sekolah positif covid, akan langsung ditutup untuk PTM. (bro)
Editor : Redaksi