KLIKJATIM.Com | Gresik – Desa Wringinanom, Kecamatan Wringinanom ,Gresik, tengah memerangi pengangguran. Warga berusia produktif namun tak memiliki pekerjaan mulai didata.
Diharapkan mereka bisa mendapat manfaat dari adanya industri di Wringinanom
Baca juga: Alun-Alun Pacitan Bergemuruh, Konsumen Setia Honda Boyong Hadiah Motor dalam Pengundian UKH
[irp]
Kepala Desa Wringinanom Kecamatan Wringinanom Gresik, Yoko (35), mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan warga yang menganggur. Data ini penting sebagai modal untuk melangkah.
"Desa sudah ada data sensus kependudukan, data sensus ekonomi ada, tapi yang pengangguran tidak ada," katanya.
Yoko mengakui, pendataan ini dari idenya saat menjadi calon kepala desa. Dan saat terpilih langsung menerapkan pendataan warga pengangguran mulai usia 17 sampai 25, 26 sampai 35, 36 sampai 45.
"Kalau kita bicara masalah pengaguran kalau belum punya data kita tidak bisa apa-apa," tambah Yoko Gresik, Selasa (19/11/2019).
Baca juga: Siswa TSM Honda Binaan MPM Sapu Bersih Podium LKS Jatim 2026: Wujud Nyata Sinergi Bagi Negeri
Kades termudah se kecamatan Wringinanom ini sudah mendata sebanyak 80 warga. Awal tahun 2020 berharap, warganya di usia produktif diberikan keterampilan dan inovasi bagi desa.
"Warga saya ada yang bisa buat batik, sangkar burung, tapi belum ada fasilitasnya dari desa, itu yang semakin saya terobsesi untuk mendata warga yang tidak punya pekerjaan tetap," imbuh Yoko.
Dan nantinya ditindak lanjuti dan diatur di Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) yang bergerak di empat bidang. Pertama, penyaluran tenaga kerja untuk perusahaan.
[irp]
Baca juga: Kejutan Awal Tahun: Konsumen Trenggalek Raih Honda PCX160 dalam Pengundian Program UKH
"Saat perusahaan membuka tenaga kerja, warga kita sudah ada ketrampilan dan bisa menjadi pemasok ke perusahaan," lanjut Yoko.
kedua, ketrampilan kerja. Ketiga, simpan pinjam barang, (bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat). Keempat, galakkan TPSP (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu), sampah yang berasal dari masyarakat, dan juga sampah dari perusahaan.
"Jangan sampai sampah perusahaan tersebut dimafaatkan orang lain, lebih baik dikelolah oleh desa agar pengangguran bisa terangkat di masyarakat," pungkas Yoko. (iz/rtn)
Editor : Redaksi