KLIKJATIM.Com | Tuban - Lagi-lagi aksi anarkis yang mengatasnamakan pendekar sebuah perguruan silat terjadi di Jawa Timur. Kali ini sekelompok orang mengaku pendekar silat dari salahsatu perguruan silat ternama terlibat bentrok dengan perguruan silat lainnya di Kawasan Industri Tuban (KIT) Kecamatan Jenu pada Minggu (11/4/2021).
[irp]
Baca juga: Massa PSHT Desak Polrestabes Surabaya Usut Tuntas Pembacokan Anggotanya oleh DC
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi tawuran berawal saat ratusan anggota pencak silat berkonvoi menuju arah timur atau Kota Tuban. Ratusan anggota pencak silat yang berasal dari Babat, Kabupaten Lamongan dan Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban itu hendak menuju Wisata Panti Semilir. Tujuannya, kopi darat (kopdar) dengan temannya sesama perguruan yang berasal dari Bancar, Bangilan, dan Kerek.
Namun upaya rombongan pesilat masuk ke lokasi wisata, ini gagal karena dihadang oleh anggota Polri dan TNI. Mengingat saat ini masih pandemi Covid-19 sehingga tidak boleh berkerumun. Sehingga mereka putar balik menuju KIT. Ketika berada di sekitar wilayah KIT, tiba-tiba rombongan pendekar itu langsung menyerang tiga pengendara yang sedang nongkrong.
Baca juga: Serempetan Motor, Pemuda Tuban Kepruk Tetangga dengan Batu
Dikatakan, rombongan konvoi yang merupakan anggota pencak silat itu memang sangat mengganggu pengguna jalan lain. Selain terlibat tawuran, mereka juga bersikap arogan pada pengguna jalan lain. Termasuk, menggedor-gedor mobil yang lewat.
Kapolsek Jenu Polres Tuban, AKP Rukimin saat dikonfirmasi membenarkan jika terdapat perkelahian antara anggota pencak silat dengan 3 orang yang sedang nongkrong di KIT. Belakangan diketahui 3 orang yang dikeroyok tersebut merupakan anggota pencak silat dari perguruan lain. "Kejadiannya sekitar pukul 12.30 WIB," timpal AKP Ruki.