KLIKJATIM.Com | Tulungagung—Sebanyak 30 sopir dan crew bus di Terminal Gayatri Tulungagung dipaksa menjalani tes urine, Kamis (8/4/2021). Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi peredaran narkotika di kalangan sopir dan crew bus.
[irp]
Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026
Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, BNNK Tulungagung, Polres Tuulungagung dan RS Bhayangkara secara acak meminta sopir dan crew bus menjalani tes urine. Beruntung dari 30 yang menjalani tes semuanya dinyatakan negatif.
Kabid Keselamatan Jalan Dinas Perhubungan Tulungagung, Widjanarko mengatakan, pemeriksaan ini dilakukan untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan Narkotika di kalangan sopir dan crew bus.
"Ini kita lakukan sebagai antisipasi, terutama menjelang pelaksanaan bulan Ramadhan ini, tadi 30 orang kita periksa urinenya, hasilnya negatif," ujarnya.
Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan
Wijanarko menegaskan, kesiapan personil seperti sopir dan crew bus akan dilaksanakan secara berkala dan terus menerus. Dishub juga memberikan peringatan kepada PO Bus agar lebih memperhatikan rekruitmen sopir dan crew bus, mengingat beberapa waktu yang lalu 4 sopir bus AKAP Tulungagung tertangkap saat pesta sabu di Tulungagung.
"Untuk PO nya kita beringatan keras, agar memantau dan mengawasi sopir dan crewnya," tuturnya.
Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas
Widjanarko menegaskan, selain kesiapan crew bus, pihaknya juga akan memastikan kesiapan armada bus, sehingga pelayanan kepada penumpang di Tulungagung tidak terganggu.
"Pasti akan kita lakukan rutin, apalagi ini kan menjelang bulan puasa hingga Idul Fitri nanti, kelayakan armada akan kita pantau," pungkasnya. (mkr)
Editor : Iman