Diresmikan Kemenpan-RB, MPP Gresik Punya 133 Layanan

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Bupati Fandi Ahmad Yani dan Wabup Aminatun Habibah bersama Deputi Kemenpan Diah Natalisa menggunting pita peresmian Mall Pelayanan Publik Gresik

KLIKJATIM.Com | Gresik — Mall Pelayanan Publik (MPP) Gresik diresmikan. Hadir langsung Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Diah Natalisa dalam agenda peresmian tersebut, Rabu (7/4/2021).

[irp]

Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi

Dalam kesempatan ini, Diah Natalisa pun menyampaikan pesan tertulis Menpan-RB Tjahjo Kumolo. Bahwa, MPP Kabupaten Gresik ini merupakan yang ke 40 di Indonesia.

"Hadirnya MPP sesuai arahan presiden, dalam hal percepatan reformasi birokrasi untuk mewujudkan government to private sektor, government to publik. Tidak hanya government to government," tandas Diah Natalisa.

Perubahan lanskap pelayanan publik yang prima, lanjut Diah, merupakan amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 yang menggariskan standar pelayanan publik. "MPP pada prinsipnya mengintegrasikan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga masyarakat mudah dalam mengurus segala hal," ungkapnya.

[caption id="attachment_59281" align="alignnone" width="850"] Deputi Pelayanan Publik Kemenpan-RB saat meresmikan MPP Gresik. (Abdul Aziz Qomar/Klikjatim.com)[/caption]

Bupati Gresik, Fandi Ahmad Yani menyebutkan, MPP ini merupakan upaya transformasi layanan publik yang terintegrasi. "Sehingga masyarakat bisa merasakan buah dari inovasi layanan yang mudah, transparan dan akuntabel," tutur Bupati dengan latar belakang pengusaha tersebut.

Lebih jauh, kehadiran MPP diharapkan mampu menciptakan kemudahan berusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja. "Karena tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Gresik mencapai 8 persen, saat ini masih di atas TPT nasional dan Jawa Timur. Sehingga dibutuhkan inovasi lompatan terutama oleh birokrasi, sehingga memberikan fasilitas terkait lapangan pekerjaan dengan jaminan regulasi yang transparan," tandas Bupati.

Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,  grand launching harus dibarengi perubahan layanan yang lebih cepat. Mengubah etos kerja melayani. Setelah diresmikan bisa meningkatkan investasi di Gresik karena berbagai kemudahan. Intinya ada peningkatan pelayanan birokrasi terutama di bidang perizinan.

“Perizinan harus benar-benar cepat. Kita buka investasi seluas-luasnya agar investasi mengalir dan bisa memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat,”harap Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.

Kabupaten yang berjuluk kota industri, Bupati mengaku prihatin atas jumlah pengangguran terbuka di wilayahnya. Dia menyebut jumlah prosentase pengangguran di Gresik mencapai 8 persen. Melebihi angka nasional yang 7 persen dan Jawa Timur hanya 5 persen.

“Tapi, Saya tidak malu. Semoga ikhtiar dan kerja keras bisa menurunkan angka pengangguran,”katanya optimistis.

Baca juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Kini Miliki 17 TUK Astra Honda Berstandar Industri

Optimistis Bupati Gresik  itu karena Gresik memiliki tiga kawasan industri besar yakni Kawasan Industri Maspion, Java Integreted Industrial and Port Estate (JIIPE) dan Kawasan Industri Gresik (KIG). “Dengan kemudahan perizinan dan investasi, kedepan bisa memberikan angin segar untuk mengurangi angka penganguran,”tegasnya.

Gus Yani mengharapkan mindset aparatur sipil negera (ASN) berubah. “Kalau tidak bisa melompat (kerja cepat) akan saya tinggal,”tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Gresik, Mulyanto menambahkan, MPP Kabupaten Gresik memiliki 133 jenis pelayanan dari berbagai OPD dan instansi lain. "Harapannya layanan publik bisa semakin cepat, mudah, terintegrasi dan nyaman," tuturnya. (*)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru