Pasar Krempyeng dan Pasar Ramadan Bakal Hadir di Ponorogo

klikjatim.com
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat melantik TP PKK Ponorogo.

KLIKJATIM.Com | Ponorogo—Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Ponorogo bakal membuka pasar krempyeng (pasar tumpah) dan pasar ramadan. Langkah itu dilakukan untuk membangkitkan ekonomi khususnya bagi para ibu-ibu.

[irp]

Baca juga: Siswa TSM Honda Binaan MPM Sapu Bersih Podium LKS Jatim 2026: Wujud Nyata Sinergi Bagi Negeri

Ketua TP PKK, Susilowati Sugiri menyebutkan era pandemi Covid 19 ini harus kreatif untuk mengemas ekonomi tetep jalan. "Rencana setiap desa ada pasar krempyeng," ujarnya, Selasa (30/3/2021). 

Dimana, nanti ibu-ibu yang punya pekarangan. Pun ibu-ibu yang tidak punya pekarangan tapi pandai memasak atau berkreatifitas. 

"Nanti mereka bisa menjual berbagai ketrampilan atau hasil kebun di Pasar Krempyeng," tambahnya. 

Dia menjelaskan pasar itu ada di setiap desa. Bisa di halaman Masjid, lapangan atau halaman kantor balai desa masing-masing. 

"Tujuannya membangkitkan ekonomi kreatif ibu-ibu. Saya percaya ibu-ibu di Ponorogo iti kreatif tapi bingung pemasaran. Yang ikut di pasar krempyeng tidak harus mempunyai kebun yang besar," urainya. 

Baca juga: Kejutan Awal Tahun: Konsumen Trenggalek Raih Honda PCX160 dalam Pengundian Program UKH

Dia mengaku pasar Krempyeng akan di mulai setelah bulan Ramadhan. Pasalnya pada bulan suci, TPP PKK Ponorogo bakal menggelar pasar Ramadhan. 

"Konsepnya ada yang jual makanan untuk buka. Bisa sebagai sarana ngabuburit," paparnya. 

Susilowati menyatakan untuk lokasi juga tetap di desa. Pasalnya jika di kota, menurutnya sudah banyak, seperti di Alun-alun Ponorogo atau Jalan Suromenggolo/Jalan Baru. 

"Usaha kami untuk meratakan. Jadi warga tidak perlu ke kota," urai Susilowati. 

Baca juga: MPM Innovation Day 2026: Perkuat Budaya Inovasi melalui Tema Think Beyond The Frame

Sementara, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko memjelaskan bahwa pasar krempyeng adalah usaha agar terjadi perdagangan antar masyarakat di desa. 

Dia mencontohkan misal, saat ini membeli lombok harus ke pasar. Sementara tetangga mempunyai  lombok. Beli lombok ke tetangga malu.

"Tetangga dibeliin lombok juga bilang jangan dibeli, petik saja. Padahal ya ingin menjual. Jadi ini untuk memantik ekonomi rumah tangga juga," pungkasmya. (mkr)

Editor : Fauzy Ahmad

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru