SMA 1 Muhammadiyah Ponorogo Gelar EHB Secara Tatap Muka

klikjatim.com
Siswa SMA Muhipo melaksanakan EHB tatap muka. (fauzy Ahmad/klikjatim)

KLIKJATIM.Com | Ponorogo—SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo (Muhipo) menggelar evaluasi hasil belajar (EHB) secara tatap muka dengan protokol kesehatan (prokes) ketat dan pengawasan dari guru.

[irp]

Baca juga: Siswa TSM Honda Binaan MPM Sapu Bersih Podium LKS Jatim 2026: Wujud Nyata Sinergi Bagi Negeri

"Sebanyak 195 siswa yang mengikuti EHB," ujar Kepala SMA Muhipo, Muh Kholil, Senin (22/3/2021). 

Dia mengaku walaupun dilaksanakan di sekolah, EHB dilakukan sesuai prokes. Dimana sebanyak 195 siswa itu dibagi menjadi 3 shift. 

"Satu kelas yang biasanya diisi 36 siswa pada kondisi normal. Saat ini hanya diisi 12 sampai 15 siswa. Jadi cuma sepertiganya saja," katanya.

Dia menjelaskan untuk prosesnya, siswa mengerjakan soal lewat komputer sekolah. Komputer itu terhubung dengan server sekolah.

"Di tiap ruang ada pengawasan dari masing-masing pengawas ruang dari guru," terangnya saat ditemui di sekolah. 

Baca juga: Kejutan Awal Tahun: Konsumen Trenggalek Raih Honda PCX160 dalam Pengundian Program UKH

Dia mengklaim bahwa pelaksanakan EHB ini sudah  dikoordinasikan dengan berbagai pihak. Yakni gugus tugas covid-19 kecamatan, puskesmas.

"Mereka melakukan pendampingan terhadap pelaksanakan EHB di sekolah ini," bebernya.

Menurutnya, setiap hari gugus tugas covid-19 sekolah melakukan penerapan protokol kesehatan. Pun anak-anak yang ikut EHB sudah diantisipasi terkait kesehatannya. 

Siswa, jelas dia, juga harus membawa surat izin dari orang tua. Jika orang tua tidak mengizinkan siswa melakukan EHB di sekolah, pihaknya mempersilahkan untuk siswa melakukan EHB di rumah. 

Baca juga: MPM Innovation Day 2026: Perkuat Budaya Inovasi melalui Tema Think Beyond The Frame

"Tentu kalau melaksanakan dari rumah juga ada prosedur khusus yang harus siswa ikuti. Mereka harus menggunakan 2 HP. Rinciannya 1 HP mengerjakan soal dan 1 HP untuk melakukan zoom dengan pengawas sekolah," katanya. 

Sementara salah satu siswa, Rahmah Qomarah mengatakan cukup kesulitan. Karena selama ini hanya melakukan Pembelajaran secara online. 

"Rasamya pelajaran masih gimana ya belum bisa banyak menerima. Tadi juga saat ujian ada jawaban yang tidak bisa disimpan," pungkasnya. (mkr)

Editor : Fauzy Ahmad

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru