KLIKJATIM.Com I Magetan - Ada kejadian cukup unik, saat Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengunjungi korban banjir di Kabupaten Magetan. Ada satu korban bernama Purwati yang sempat menyebut Bupati Magetan, Suprawoto sebagai Pak Camat.
[irp]
Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026
“Mohon doanya ya bu semoga kami bisa melaluinya,” ujarnya sambil menangis Kamis (18/03/2021).
Purwati kemudian menceritakan kepada Khofifah bagaimana banjir yang tiba tiba datang menghantam rumahnya. Dia bersama suaminya langsung lari ke arah belakang rumahnya menyelamatkan diri.
"Kami langsung lari ke belakang rumah untuk menyelematakn diri,” imbuhnya.
Bupati Magetan Suprawoto yang mendampingi Ibu Khofifah berjanji akan membantu warga yang terdampak banjir seperti Purwati.
Karena senang Purwati langsung mengucapkan terimakasih kepada Suprawoto namun dengan menyebut Pak Camat. Mengetahui jika yang dia sebut pak camat adalah Bupati Magetan, Purwati buru buru minta maaf.
Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan
"Terimakasih pak camat. Eh Mohon maaf pak Bupati,” katanya.
Purwati merupakan salah satu dari pemilik rumah diantara 16 rumah yang terendam banjir pada Selasa malam. "Ada 59 warganya yang mengungsi ke rumah tetangga karena rumah mereka masih terendam lumpur," ujar Kepala Desa Pojok Dedy Sumedi.
Dari 16 rumah ada 4 bagian rumah yang roboh seperti dapur dan kandang karena terseret banjir. “Total rumah yang terendam di Desa Pojok ada 16 rumah,” ujarnya.
Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas
Selain merendam 16 rumah warga, banjir juga memutuskan jembatan gantung yang selama ini menghubungkan Desa Pojok dengan Desa Tladan. Dengan putusnya jembatan gantung warga kesulitan bepergian ke Desa Tladan maupun menguburkan warganya yang meninggal karena jembatan gantung merupakan satu satunya penghubung karena jembatan kecil yang biasanya digunakan warga terancam banjir saat musim hujan.
”Moga moga nanti dibantu untuk membangun kembali jembatan gantung karena kita kesulitan menguburkan warga yang meninggal karena kuburan terletak diseberang sungai,” pungkasnya. (bro)
Editor : Fauzy Ahmad