KLIKJATIM.Com ǀ Nasional – Petrokimia Gresik (PG) sebagai perusahaan solusi agroindustri, sekaligus anggota holding Pupuk Indonesia menggelar tanam padi perdana. Lokasinya di lahan percobaan atau demonstration plot (demplot) di Desa Bedeng V, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, Selasa (5/11/2019).
Direkur Pemasaran PG, Digna Jatiningsih mewakili Direktur Utama PG Rahmad Pribadi menyatakan, kegiatan ini merupakan upaya Petrokimia Gresik dalam menyambut musim tanam Oktober-Maret (Okmar) 2019-2020. Pada kesempatan ini juga, perusahaan pupuk tersebut kembali menggencarkan kampanye atau sosialisasi kepada petani terkait pemupukan berimbang.
Baca juga: MPM Innovation Day 2026: Perkuat Budaya Inovasi melalui Tema Think Beyond The Frame
[irp]
“Adapun pemupukan berimbang yang direkomendasikan oleh Petrokimia Gresik adalah 5:3:2. Yaitu 500 kg pupuk organik Petroganik, 300 kg pupuk NPK Phonska Plus, dan 200 kg pupuk Urea untuk setiap satu hektar lahan padi. Serta pembenah tanah Kapur Pertanian 1-2 ton per hektar untuk meningkatkan ph tanah. Ini adalah formulasi pemupukan yang sudah teruji paling efisien dan hasilnya optimal,” ujar Digna.
Pemupukan berimbang sangat penting untuk disosialisasikan kepada petani saat musim tanam. Hal ini sekaligus mengingatkan bahwa alokasi pupuk bersubsidi nasional bersifat terbatas dan ada kecenderungan petani berlebihan dalam pemupukan.
“Kami berharap melalui lahan percobaan ini petani akan melihat langsung hasilnya, sehingga bisa diadopsi oleh petani lainnnya,” tambah Digna.
Baca juga: Jelang Musim Tanam April, Stok Pupuk Subsidi di Jember Dipastikan Aman
Selain penggunaan pupuk organik, Petrokimia Gresik juga mendorong pemanfaatan pupuk NPK untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman. Pupuk NPK Phonska Plus adalah produk pupuk non-subsidi retail kemasan 25 kg, yang mulai diperkenalkan perusahaan pelat merah tersebut sejak 2016.
“Selain memenuhi unsur hara penting seperti Nitrogen, Phospor, Kalium, dan Sulfur, Phonska Plus juga mengandung unsur hara Zink. Ini adalah unsur hara mikro yang tidak ada pada NPK Phonska bersubsidi,” jelasnya.
[irp]
Baca juga: JPE Tantang Gresik Phonska Plus di Grand Final Proliga 2026 Usai Tekuk Popsivo
Penambahan kandungan Zink pada Phonska Plus didasari temuan International Fertilizer Association (IFA). Yaitu menyebutkan, bahwa kondisi tanah di Indonesia mengalami defisiensi Zink yang cukup parah.
“Jadi Phonska Plus ini merupakan solusi atas permasalahan tanah Indonesia yang kami tawarkan kepada petani. Selain dapat meningkatkan produktivitas, penggunaan NPK Phonska Plus juga dapat mengembalikan unsur hara Zink yang kandungannya sudah sangat minim saat ini,” lanjutnya.
NPK Phonska Plus juga menjadi alternatif pupuk NPK bersubsidi. Sebab diketahui bersama untuk alokasi pupuk bersubsidi pada tahun 2019 lebih sedikit dibandingkan 2018. (nul/roh)
Editor : Redaksi