KLIKJATIM.Com | Gresik - PT Petrokimia Gresik (Persero), produsen pupuk sebagai anggota holding Pupuk Indonesia, mengakui tidak terdampak langsung dengan fluktuasi harga minyak mentah dunia.
Baca juga: Program Pengelolaan Sampah Petrokimia Gresik Diganjar Gold TJSL Award 2026
[irp]
Sekretaris Perusahaan PT Petrokimia Gresik, Yusuf Wibisono menjelaskan, Petrokimia Gresik memproduksi beragam jenis pupuk seperti Urea, NPK, ZA, SP-36, hingga organik. Bahan baku utama pupuk adalah gas bumi, rock phosphate, sulfur, KCl, DAP, MOP, amoniak, asam sulfat, asam fosfat, dan sebagainya yang 70% masih dipenuhi dari luar negeri.
Baca juga: Sambut Ramadan 1447 H, Petrokimia Gresik Salurkan Rp723,5 Juta untuk 146 Masjid dan Lembaga Sosial
"Namun, Petrokimia Gresik tidak begitu terpengaruh secara langsung dengan fluktuasi harga minyak mentah dunia. Dampaknya hanya ke biaya angkut/freight yang cenderung naik," jelasnya kepada Kontan.co.id, Kamis (25/2).
Adapun sejauh ini, kenaikan harga bahan baku tidak berdampak terhadap output/jumlah produk pupuk Petrokimia Gresik. Yusuf menjelaskan, ada sejumlah upaya yang dilakukan Petrokimia Gresik untuk menjaga stabilitas harga pupuk di pasaran. Pertama, melakukan revitalisasi critical equipment dan optimalisasi proses produksi. Di saat yang sama juga memastikan kehandalan/reliability pabrik secara kontinu sesuai target produksi dan kebutuhan pasar.
Baca juga: Kembali Dari Bawean, Bupati Yani Lepas Keberangkatan Bantuan dan Kunjungi Korban Luka Gempa Bawean.
Kemudian, pengelolaan stok secara efektif dengan manajemen persediaan sebagai antisipasi puncak musim tanam. Selain itu, Petrokimia Gresik juga melakukan negosiasi pembelian bahan baku, termasuk mengadakan kontrak bahan baku secara jangka panjang.
"Kami juga mengoptimalisasi jumlah karyawan, hingga pada menjaga keragaman fasilitas perbankan, negosiasi tarif bunga fasilitas kredit, hedging, dan sebagainya," jelasnya.
Yusuf menjelaskan, untuk pupuk bersubsidi pemerintah sudah menentukan Harga Eceran Tertinggi (HET) melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan). Sedangkan untuk pupuk non-subsidi diupayakan tetap sekompetitif mungkin agar tetap menjadi pilihan petani. (ris)
Editor : Redaksi