Larung Bantal dan Kelapa Kuning, Berharap Siswa SMP yang Hilang di Laut Selatan Ditemukan

klikjatim.com
Ayah korban membawa bantal dan kelapa kuning yang akan dilarungkan ke laut, sebagai usaha agar penguasa laut selatan membantu menemukan anaknya. IST

KLIKJATIM.Com | Jember –  Orang tua Hafid Zakaria, pelajar SMP di Jember yang hilang diseret ombak Pantai Paseban melakukan ritual larung. Kelapa muda kuning ditaruh di atas bantal untuk dilarung ke laut selatan itu. Ritual ini bagian dari ihtiar keluarga agar Hafid Zakaria segera ditemukan.

[irp]

Baca juga: Komunitas Musik di Jember Juara Lomba Musik Nasional Kemenparekraf

Hafidz Zakaria diketahui hilang saat berenang di pantai tersebut. Korban tidak bersama teman-temannya yang  bermain sepak bola di pinggir pantai.  Proses pencarian masih terus di lakukan oleh Tim Basarnas hingga Senin  (01/3/2021) malam.

 Menurut teman korban, Ade, korban bersama teman lainnya memang menghabiskan akhir pekan dengan mengunjungi Pantai aseban. Di pantai itu mereka sepakat hanya bermain sepak bola di pinggir pantai tanpa mandi di laut.

Baca juga: Mantan Kapten Persid Putut Wijanarko Ingin Besarkan Macan Raung

Namun, entah mengapa tiba-tiba Hafizh menceburkan diri ke pantai dan kemudian terseret ombak hingga ke tengah selanjutnya hilang. "Kami semua kaget dan ketakutan tidak bisa menolong. Ombaknya besar," katanya.

Dia bersama teman-temannya melaporkan kejadian tersebut kepada warga hingga diteruskan di Basarnas dan Polairud. Selanjutnya dilakukan pencarian.

Baca juga: Beli Maung Produksi Pindad dengan Kocek Pribadi, Bupati Terpilih Hendy : Cintailah Produk Dalam Negeri

Petugas Polairud Polres Jember Iptu Nai mengatakan, peristiwa hilangnya pelajar SMP terjadi pada Sabtu (27/2/2021) sore. Korban dilaporkan hilang sesaat setelah bermain bola.  "Ada dugaan korban tidak bisa berenang. Dia terseret ombak hingga ke tengah dan hilang. Kami bersama petugas masih melakukan pencarian," ujarnya. (rtn)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru