KLIKJATIM.Com I Jember - Pada dekade 2000-an Persid Jember sempat bermain dengan Persebaya Surabaya. Kala itu Persid diisi oleh pemain-pemain terbaik, termasuk Putut Wijanarko. Putut sendiri memperkuat Persid pada 2002 hingga 2005. Ia sempat mengenakan ban kapten di lengannya. Kini sang kapten terpanggil untuk pulang kampung membesarkan Macan Raung .
[irp]
Dukungan bagi Putut datang dari kelompok suporter Berni (Jember Berani). Pria kelahiran Surabaya ini tak menampik adanya dukungan itu. “Kami sebenarnya sudah lama berkomunikasi sejak saya keluar dari Jember dan melatih tim-tim lain,” katanya, Rabu (24/2/2021).
Putut menilai sudah waktunya Jember untuk lolos ke Liga 2. Hal itu yang memotivasi dirinya untuk kembali ke Jember. “Saya sudah bicara banyak dengan teman-teman. Kalau mau mentas dari Liga 3, butuh persiapan matang, butuh satu misi, butuh kerja keras semua pihak. Jadi mulai sekarang harus kerja keras,” kata Putut.
Keinginan naik kasta ke Liga 2 tidak bisa instan. “Saya sudah silaturahmi ke teman-teman. Kalau Jember menghendaki saya, saya siap. Saya memang ingin balik ke Jember. Loyalitas saya ke sana. Inftasruktur (Jember) lebih bagus. Stadion sudah memenuhi syarat untuk Liga 2 maupun Liga 1. Tapi kita harus tetap profesional,” kata Putut.
Putut tak menampik ajakan para Berni. Selain Jember menjadi kampungnya. Infrastruktur Jember pun kini sudah sbagis. Sekarang saya kembali(kan) ke Persid Jember. Kalau Persid Jember punya misi ke sana, saya pilih ke Persid. Saya pulang kampung. Saya ingin naikkan kasta Persid Jember. Ini satu kebanggaan buat saya,” kata Putut.
Sekedar diketahui pada 2002 Persid mampu keluar sebagai juara Divisi 1 dan berhak tampil di Divisi Utama tahun selanjutnya. Pada 2003 Persid sampai di babak semifinal. Saat itu Persid berada dalam grup yang sama dengan Persiwa Wamena dan Persitara Jakarta Utara.
Persid saat itu hanya butuh hasil imbang untuk lolos, namun nasib berkata lain. Di menit ke-91 Persitara, lewat tendangan sudut, mencetak gol yang mengakibatkan Persid tak lolos.
Pada 2007, Persid mempersiapkan diri untuk lolos dari Divisi 1. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan mendatangkan pelatih yang sekaligus mantan pemain Persebaya, Santoso Pribadi. Namun langkah ini tetap tidak membuat Persid maju. Persid tetap berkutat di Divisi 1.
Walau berada di Divisi 1, status Persid sebenarnya sekelas kesebelasan divisi ketiga. Saat Divisi Utama menjadi kompetisi tertinggi Liga Indonesia, Divisi 1 adalah divisi tingkat kedua tepat di bawah Divisi Utama. Namun, setelah PSSI menggelar Liga Super Indonesia, Divisi Utama dijadikan strata kedua, dan Divisi 1 menjadi strata ketiga. (rtn)
Editor : Redaksi