KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Sebanyak 21 perwakilan pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro hadir dalam reses atau serap aspirasi yang digelar anggota DPRD Bojonegoro Ahmad Shofiyuddin, Kamis (28/1/2021).
[irp]
Baca juga: Sinergi Pemkab dan BUMD, Bojonegoro Borong Piala Regional Economic Award 2026
Selain perwakilan dari lembaga ponpes, puluhan santri juga dilibatkan dalam acara serap aspirasi masa siding I ini. Dari berbagai aspirasi para santri, ruang kamar santri menjadi topik pembahasan. Sebab, saat ini di sejumlah pesantren para santri harus berdesak-desakkan dalam satu kamar.
“Sekarang banyak kamar 4x4 meter ditempati 18 santri,” kata Shofiyuddin.
Baca juga: Buka LKMM-TM Universitas Muhammadiyah, Pak Yes Beberkan Posisi Lamongan di Era Polycrisis
Menurut Gus Shofi, ukuran kamar tersebut hanya mampu menampung barang milik santri. Jika kamar tidak muat, santri biasanya tidur di musalla atau tempat yang sekiranya bisa dibuat tidur.
“Di masing-masing pesantren rata-rata ada 500 santri, sementara kamarnya hanya ada 4-8 petak,” kata politisi PKB ini.
Baca juga: Padukan G7KAIH dan Program Gayatri, Arumi Bachsin Genjot Karakter Serta Gizi Ribuan Anak Bojonegoro
Menurut Gus Shofi, dengan berkembangnya zaman ruang belajar dan menginap santri mestinya juga ada perkembangan. Menurutnya, minimal para santri mendapatkan tempat layak saat proses belajar.
“Aspirasi dari para santri dan pengelola pesantren ini nanti akan kami bawa ke rapat di DPRD Bojonegoro, semoga saja ada pembangunan dan pembenahan yang layak bagi para santri di pesantren,” ujarnya. (mkr)
Editor : M Nur Afifullah