KLIKJATIM.Com | Jember - Tumpukan sampah belum terangkut terlihat Sejumlah lokasi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di Kota Jember beberapa hari ini. Itu terjadi karena truk pengangkut sampah tidak beroperasi sejak Senin (2/1/2021) kemarin.
[irp]
Tidak beroperasinya truk sampah karena para sopir melakukan aksi mogok lantaran tak adanya anggaran BBM sejak dua bulan lalu. Imbasnya tumpukan sampah terlihat dimana-mana selerti di TPS Jalan Karimata, Kecamatan Sumbersari sampai menutup hampir separuh jalan. Karena lokasinya yang berada di pinggir jalan utama.
Baca juga: Kakak Kandung Anang Hermansyah Ditunjuk Jadi Kepala UDD PMI Jember,
“Sampah ini menumpuk sejak kemarin. Kan truk-truk sampah itu tidak jalan parkir di alun-alun (depan Kantor Pemkab Jember). Gara-gara tidak ada BBMnya itu,” kata Sarmin, penarik sampah di TPS Jalan Karimata.
Dikataka, dia dan bersama 45 petugas sampah gerobak lainnya bahkan masih bertahan di Lokasi TPS Jalan Karimata, menunggu truk yang akan membawa sampah itu ke TPA Pakusari. “Kami terpaksa menunggu, lah gimana sampah-sampah ini menumpuk dari kemarin. Ditambah sekarang ya semakin banyak,” katanya.
Dijelaskan, mogoknya truk sampah karena anggaran BBM belum cair dipahami. Bahkan dirinya pun juga mengaku, jika pada bulan sebelum-sebelumnya urunan membantu sopir truk sampah untuk pembelian BBM solar itu.
“Terkait urunan itu benar, kita (petugas sampah gerobak) membantu agar bisa beli solar. Tujuannya untuk menalangi dulu, tapi mau apa iya mau nalangi terus-terusan. Dibilang cair iya, tapi mau sampai kapan? Kita malu terpaksa pinjam uang ke tetangga untuk nalangi itu. Pinjaman terus-terusan. Mestinya kan tidak harus sampai datang,” ungkapnya.
Sebelumnya puluhan sopir truk pengangkut sampah di Jember melakukan aksi mogok, tidak beroperasi. Pasalnya uang operasional untuk mengganti Bahan bakar Minyak (BBM) kerap tersendat. Mereka memilih memarkirkan truk pengangkut sampah di pusat kota Jember sejak Senin 4 Januari 2021.Dari 31 truk pengangkut sampah milik Pemkab Jember, 20 truk diantaranya diparkirkan di depan kantor pemkab di sisi selatan Alun-Alun. Kemudian 11 truk sampah sisanya, diparkir di depan Pendopo Wahyawibawagraha, rumah dinas bupati Jember.
Baca juga: Pemkab Jember Rekom Penutupan Dua Dapur MBG ke BGN
“Kami terpaksa harus mogok karena tidak ada kepastian penggantian BBM. Entah sampai kapan kita parkirkan truk di sini,” ujar Senidar, koordinator sopir truk sampah.
Para sopir juga memasang spanduk berukuran 1,5 x 2 meter bertuliskan "Mohon Maaf Kami Tidak Operasional. Truk Sampah Ini Butuh BBM" pada bak belakang truk sampah tersebut.
Selain penggantian uang BBM yang tersendat, para sopir juga mengeluhkan upah yang belum dibayar selama 2 bulan terakhir. "Bayaran juga belum dibayar. Kalau dulu masih ada TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai), bisa kita talangi dulu. Sekarang tidak ada,” keluh Senidar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember, Arismaya Parahita sempat menemui para sopir truk untuk menampung keluhan mereka. Namun Arismaya tidak bisa berbuat banyak.
Baca juga: Puluhan Siswa PAUD-TK di Jember Diduga Keracunan MBG, BPOM Selidiki Dapur Penyedia
“Memang sudah 2 bulan ini, pembayaran uang solar sering tersendat. Bukan berarti kami mengiyakan. Saya tidak melarang karena ini situasi yang sangat darurat. Karena itu, ketika mereka mengeluh kepada saya, saya tidak bisa memberikan jawaban pasti,” papar Arismaya.
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Jember, menurut Arismaya masih beroperasi meski truk pengangkut mogok. Namun ia mengakui situasi ini bisa menimbulkan ancaman krisis sampah di Jember selama beberapa hari ke depan. Kondisi ini akan berlangsung selama satu minggu ke depan. (hen)
Editor : Abdus Syukur