KLIKJATIM.Com | Surabaya—Ibnu (20) warga Jalan Medokan, Semampir, Surabaya diamankan Polrestabes Surabaya. Kuli bangunan itu dijebloskan sel penjara setelah dilaporkan meremas payudara seorang mahasiswi di kawasan Perumahan Kertajaya Indah Regency, Surabaya.
Kejadian itu dilakukan pelaku pada Rabu (25/9/2019) sekira pukul 19.30 WIB. Korban yang saat itu berjalan hendak mencari makan dipepet pelaku. Modusnya hendak berkenalan dan meminta nomor telepon. Mereasa tidak kenal korban tidak melanggati pelaku.
Baca juga: Gubernur Khofifah Sampaikan Nota Penjelasan Dua Raperda Strategis di DPRD Jatim
"Mbak tolong berhenti sebentar, saya ingin meminta nomor handphonenya," kata Ibnu mengulangi ucapannya terhadap korban kepada wartawan di Polrestabes Surabaya, Sabtu (28/9/2019).
[irp]
Merasa kesal keinginannya ditolak, korban lalu megarahkan tangannya tepat di dada alias payudara korban. Sontak korban kaget dan berteriak. Sementara pelaku melarikan diri.
Security perumahan yang mendengar teriakan korban langsung mengejar pelaku. Setelah berhasil ditangkap, pelaku akhirnya dibawa ke Polrestabes Surabaya.
“Saya lihat bagian itunya (payudara,red) tertarik dan langsung ingin memegangnya,” kata pelaku Ibnu.
Baca juga: Pengemudi Perempuan Diduga Mabuk Tabrak Pekerja Pasar hingga Tewas di Surabaya
Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengatakan dari pengakuan tersangka, pelaku merasa bernafsu melihat kecantikan korban. Kemudian melakukan perbuatan tidak patut itu.
[irp]
"Jadi korban ini cantik menurut tersangka sehingga birahinya meningkat, sehingga secara spontan meraba dada korban. Itu yang dilaporkan oleh korban," ujar Ruth Yeni.
Baca juga: Anak Pengasuh Panti Asuhan di Surabaya Cabuli Penghuni Panti
Ruth Yeni menambahkan, padahal waktu itu korban berbusana lengkap dan sopan. Namun pelaku masih berbuat tidak baik.
"Korban waktu itu berpakaian lengkap dan sopan. Dari pengakuan tersangka baru sekali," ungkap Ruth Yeni.
Atas perbuatan tersangka, terancam dijerat pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (*/mkr)
Editor : Redaksi