Produksi 2021 Diperkirakan Turun, Pertamina Hulu Mahakam Tingkatkan Program Sumuran

Reporter : Wahyudi
Kegiatan pengeboran sumur di Blok Mahakam oleh Pertamina Hulu Mahakam

KLIKJATIM.Com | Jakarta - Produksi minyak dan gas PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), selaku operator Wilayah Kerja (WK) atau Blok Mahakam bakal turun lagi pada tahun depan. Ini karena imbas dari jumlah sumur baru yang dibor pada tahun ini tidak sesuai dengan target dan pada tahun depan juga diperkirakan masih terbatas.

[irp]

Baca juga: Pilkades Serentak 2021, Pengguna Hak Pilih Wajib Prokes

General Manager PHM, Agus Amperianto saat dikonfirmasi tidak menampik informasi tersebut. Menurutnya produksi minyak dan kondensat di Blok Mahakam pada 2021 diproyeksikan hanya akan mencapai 22.000 barel per hari (bph), turun 25�ri proyeksi produksi hingga akhir tahun ini rata-rata sekitar 29.400 bph.

"Sementara produksi gas pada 2021 diperkirakan turun 20% menjadi 485 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dari perkiraan produksi tahun ini rata-rata sekitar 605,5 MMSCFD," kata mantan GM Pertamina EP Asset 4 ini.

DIkatakan, turunnya produksi migas di Blok Mahakam pada tahun depan ini dikarenakan imbas dari jumlah sumur baru yang dibor pada tahun ini tidak sesuai dengan target dan pada tahun depan juga diperkirakan masih terbatas. "Tahun 2021 kita prediksi ada penurunan produksi gas yang cukup signifikan, efek dari jumlah new wells 2020 dan 2021 yang relatively terbatas akibat issue keekonomian sumur," ungkapnya, Senin (28/12/2020).

Dijelaskan, lebih rendahnya pemboran sumur baru pada tahun ini berdampak pada produksi di tahun depan. "Bahwa sumur-sumur baru di 2020 jumlahnya berkurang dari rencana awal, karena pertimbangan petro ekonomis masing-masing sumur. Dan dampak yang cukup terasa untuk 2021 mendatang, dan menyebabkan portfolio perforasi kita di 2021 menjadi lebih sedikit akibat jumlah sumur baru yang dibor tahun sebelumnya jauh lebih sedikit," paparnya.

Baca juga: Terbaru, Magic Lightening Premium Diamond 1 Glowing Bisa Atasi Masalah Jerawat Wajah

Dia mengatakan, target produksi tersebut dengan asumsi pengeboran 73 sumur pengembangan (development wells), dan dua sumur eksplorasi. "Dengan rencana pengeboran 73 sumur bor development dan dua sumur bor eksplorasi pada tahun depan," ujarnya.

"Meski demikian kami berupaya untuk intens dan komitmen dalam melaksanakan program kerja sumuran 2021. Serta hasil well intervention diharapkan bisa melebihi target yang direncanakan," kata Agus.Dia berharap proyeksi harga minyak yang membaik sehingga bisa menambah rencana kerja sumur dengan evaluasi petro ekonomisnya. "Kami akan upayakan maksimal dengan program yang sudah kami susun 2021 mendatang," terang GM PHM.

Sebelumnya, PHM melaporkan produksi minyak dan kondensat pada 2020 ini diperkirakan mencapai 29.400 bph, lebih tinggi dari target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (Work Plan & Budget/ WP&B) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) sebesar 28.400 bph dan produksi gas sekitar 605.500 MMSCFD, lebih tinggi dari WP&B sebesar 588 MMSCFD.

Baca juga: BI : Inflasi Hingga Minggu III Agustus Masih Terkendali

Dalam hal keselamatan kerja, di penghujung tahun 2020 ini PHM telah mencapai 923 hari, atau lebih dari 76 juta jam kerja manusia (man-hours), tanpa kejadian yang menyebabkan kehilangan hari kerja atau tanpa LTI.

Terkait aspek pengelolaan lingkungan, PHM meraih Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk kelima lapangan produksinya, yaitu: Bekapai Senipah Peciko South Mahakam (BSP), South Processing Unit (SPU), North Processing Unit (NPU), Central Processing Area (CPA), dan Central Processing Unit (CPU).

Pada 2020 ini PHM telah mengebor 79 sumur pengembangan dan diharapkan 1-2 sumur lagi diselesaikan hingga akhir tahun ini. Selain itu, 1 sumur eksplorasi dan 1 sumur workover. (hen)

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru