KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Tanggul Sungai Ingas di Bojonegoro jebol pada Senin (14/12/2020) malam. Akibatnya, pemukiman warga dan persawahan di Kecamatan Kanor terendam.
[irp]
Baca juga: Arus Barang Tumbuh 10,85 Persen, Pelindo Multi Terminal Cetak Kinerja Positif Semester I 2026
Jebolnya tanggul Sungai Ingas itu diakibatkan naiknya volume air di Bengawan Solo akibat diguhur hujan deras beberapa hari terakhir ini. Tanggul jebol sekitar pukul 19.00 WIB Senin malam.
Dari data yang dihimpun, tanggul jebol awalnya hanya sepanjang 10 meter. Karena tersu tergerus aiar, tanggul jebol bertambah hingga 15 meter. Akibatnya, ratusan hektare sawah milik warga Desa Kedung Primpen dan Kedungarum Kecamatan Kanor terendam banjir.
Baca juga: Demo Tolak Pinjaman Rp786 Miliar di DPRD Jember Memanas, Massa Cekcok dengan Ratusan Kades
Melihat kejadian tersebut BPBD Bojonegoro turun lapangan untuk memberikan bantuan kepada warga yang terendam banjir. "Sekarang ini tim ke sana dan memberikan bantuan berupa sak dan terpal," kata Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Nadif Ulfia, Selasa (15/12/2020),
Menurutnya, sekarang dari BPBD masih stanbay di wilayah yang terjadi banjir akibat jebolnya tanggul. "Ini masih terus diupayakan penanganan saat ini. Agar sawah tidak banyak yang kebanjiran. Tim BPBD dan petugas gabungan juga sudah di lokasi sejak tadi malam," ujarnya
Baca juga: Dari Pemula hingga Juara Nasional, Daya Fawziya Buktikan Pentingnya Edukasi Safety Riding
Dari keterangan warga setempat sawah yang banjir dampak tanggul Sungai Ingas jebol sekitar 900 hektare. Warga berharap ada solusi untuk penyelamatan tanaman padinya. Rencananya masyarakat juga akan memperbaiki kembali tanggul yang jebol tersebut.
Hingga sekarang kondisi Bengawan Solo masih siaga hijau. Namun tren kenaikan debit air sangat tinggi. Warga di bantaran sungai diharapkan terus waspada. (mkr)
Editor : M Nur Afifullah