KLIKJATIM.Com | Banyuwangi--Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meyakinkan kepada para pengusaha gairah sektor ekonomi akan tumbuh di tahun 2022. Hal itu disampaikan Anas saat menjadi narasumber dalam seminar Markplus Conference 2021.
[irp]
Baca juga: Apresiasi Loyalitas, 78 Personel Polres Bojonegoro Terima Tanda Kehormatan Negara
Dalam forum tersebut Anas berbicara tentang peluang daerah dalam menghadapi tantangan pemulihan ekonomi di tahun 2021-2022. Bupati Anas sendiri menjadi pembicara pada sesi seminar Industry Outlook 2021 dalam kapasitasnya sebagai ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).
Hadir sebagai panelis di antaranya Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedy, Ketua Umum perhimpunan hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) hariyadi Sukamdani, Wakil ketua umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Fernando Repi, Direktur eksekutif Asosiasi Pertambangan Indonesia (APBI) Hendra Sinadia, Ketua Umum gabungan Pengusaha makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi Siswaja Lukman.
Founder and Chairman MarkPlus, Inc., Hermawan Kertajaya mengatakan tahun 2020 ini mayoritas bisnis mengalami kerugian dan berusaha survive, meskipun ada juga yang tumbuh. Namun 2021/ 2022 adalah tahun investasi dan peluang, di mana bisnis secara nasional maupun global berpotensi untuk pulih.
Baca juga: Petaka Sopir Mengantuk, Xpander Seruduk Motor, PKL, hingga Warung Sembako di Sumenep
“Seiring dengan mulai didatangkannya vaksin covid-19 tentunya membawa harapan baru untuk keadaan yang lebih baik di tahun mendatang. Sebagai kepala daerah sekaligus Ketua Apkasi, peluang atau industri apa yang diharapkan Pak Anas bisa berjalan di tingkat kabupaten untuk memulihkan ekonomi di tahun 2021-2022,” tanya Hermawan kepada Bupati Anas.
Dengan meyakinkan, Bupati Anas mengatakan di tahun 2021 mendatang, dirinya optimis sejumlah sektor ekonomi di daerah akan mulai mengalami recovery. Salah satunya yang bisa mendongkrak adalah sektor pariwisata yang sebelumnya terdampak sangat dalam dengan adanya pandemik.
“Namun syaratnya harus mengikuti penyesuaian terhadap tatanan kebiasaan baru protocol kesehatan. Dimana kuncinya adalah inisiatif daerah untuk melakukan berbagai pembenahan dan membangkitkan partisipasi pelaku wisata lokal untuk ikut terlibat. Karena yang memiliki destinasi wisata adalah daerah,” ujar Anas.
Baca juga: Anggaran Sampang Dipangkas, Komisi II DPRD Desak Desa Mandiri dan Berhenti Berpangku Tangan
Banyuwangi sendiri telah melakukan langkah penyesuaian terhadap tatanan kebiasaan baru di sektor pariwisata. Yakni dengan melakukan sertifikasi protokol kesehatan di semua sektornya. Mulai destinasi, hotel, restoran hingga sertifikasi terhadap pemandu wisata dan driver wisata.
Selain pariwisata, lanjut Anas, ekonomi kabupaten sebagaian besar ditopang oleh usaha pertanian. Maka dia berharap produktivitas sektor pertanian di 2021-2022 akan terus meningkat dan berjalan lancar. (mkr)
Editor : Apriliana Devitasari