KLIKJATIM.Com | Bangkalan—Stok darah di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangkalan menipis. Saat ini stok darah hanya tinggal 133 kantong.
[irp]
Baca juga: Komitmen Perkuat Infrastruktur Ketahanan Pangan, Bupati Yes Sabet Pemimpin Daerah Awards 2026
Direktur PMI Bangkalan, Fachrur Rosi mengatakan, kebutuhan darah di PMI Bangkalan setiap harinya sekitar 60-70 kantong. Padahal, jumlah tersebut baru hanya melayani di RSUD Syamrambu, Bangkalan.
“Sementara setiap hari hanya menerima 20-25 kantong darah,” katanya, Kamis (26/11/2020).
Baca juga: UTM Bangkalan Bangun Ekosistem Baru, Riset, Inovasi, dan Bisnis Bertemu di Kafe
Dikatakan Fachrur Rosi, sebelum terjadi pandemic covid-19 banyak warga yang mendonorkan darah. Sehingga setiap hari bisa menghasilkan 300-400 kantong. Namun, sejak ada pandemic jumlah pendonor menurun drastis.
Agar stok darah di Bangkalan tidak kritis, Fachrur menerapkan system target kepada bawahannya. Yakni, dengan mewajibkan anggota PMI Bangkalan membawa pendonor 5-7 orang per bulannya.
Baca juga: Penonton Karnaval Budaya Jember Panik, Pos Kamling Ambruk Disenggol Pick Up Muat Sound Horeg
“Target minimal 50 kantong darah dari golongan darah A sampai O. Jika setiap kantong darah kurang dari target, maka dinyatakan sangat kritis,”imbuhnya. (mkr)
Editor : Suryadi Arfa