Baca juga: Pelaku Pelemparan Molotov ke Pos Polisi Waru Ditangkap, Ngaku Sakit Hati karena Ditilang
"Saya kehilangan HP Samsung A8, kartu bank, KTP, NPWP, banyak lah. Data saya ada di sana semua (di HP). Kegiatan mahasiswa, laporan, jadwal tugas mahasiswa," kata Prof Udi mengutip detikcom, Rabu (18/11/2020).
Prof Udi juga mengatakan, ia tidak membawa dompet saat gowes. Namun kartu-kartu pentingnya itu ditaruh di case HP. "Di case HP saya itu ada seperti card holder untuk penyimpanan kartu. Saya nggak pernah bawa dompet," imbuhnya.
Setelah kehilangan barangnya, Prof Udi langsung pulang ke rumah. Kemudian ia pergi ke Polsek Kenjeran untuk membuat laporan kehilangan."Iya saya langsung melaporkan ke kantor polisi," terangya.
Sementara itu, Kapolsek Kenjeran Kompol Esti Setija Oetami mengatakan, korban saat itu sedang gowes, lalu kemudian ia foto-foto di kawasan tersebut. Setelah itu, tiba-tiba datang pelaku dan langsung merampas handphone dan tas korban.
"Bermula dia kan foto-foto di depan Kenpark itu. Kemudian habis foto itu mungkin dia mau ngirim foto atau upload foto itu dan kemudian langsung dirampas," ungkapnya
Kompol Esti menambahkan, pihaknya belum mengetahui soal jumlah pelaku. Polisi masih menunggu korban membuat laporan secara resmi.
"Saya juga belum tahu pelakunya ada berapa. Karena memang belum diperiksa lebih lanjut. Nanti kalau dia sudah lapor secara resmi baru kita periksa lebih lanjut," pungkasnya. (hen)
Baca juga: Pos Polisi Ahmad Yani Surabaya Dilempar Molotov, Nyaris Terbakar
Baca juga: Polisi Ungkap Rumah Kos di Taman Sidoarjo Dijadikan Pabrik Tembakau Sintesis Narkoba
Editor : Redaksi