klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pengurus IDI Gresik 2025-2028 Resmi Dilantik: Komitmen Kuat Dukung Asta Cita dan Layanan Kesehatan Lokal

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Pengurus IDI Cabang Gresik periode 2025-2028 yang baru dilantik, bersama Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif (Dok)
Pengurus IDI Cabang Gresik periode 2025-2028 yang baru dilantik, bersama Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif (Dok)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gresik resmi dilantik untuk masa bakti 2025–2028 di Kantor Bupati Gresik.

Pelantikan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan IDI Gresik, dr. Asluchul Alif. Turut hadir Ketua IDI Wilayah Jawa Timur dr. Sutrisno, Ketua GOW Gresik Shinta Puspitasari, Kepala Dinas Kesehatan Gresik Mukhibatul Khusnah, serta Ketua IDI Gresik terpilih dr. Abdul Fattah.

Mengusung tema “IDI Kuat dan Bersatu Mendukung Asta Cita untuk Mewujudkan Indonesia Emas”, IDI Gresik menyatakan kesiapannya mendukung program prioritas pemerintah daerah, termasuk Nawakarsa pelayanan dan pengembangan layanan kesehatan berbasis koperasi.

Ketua IDI Gresik terpilih, dr. Abdul Fattah, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah dirintis oleh kepengurusan sebelumnya. Ia juga berharap sistem BPJS ke depan mampu memberi kepuasan baik bagi pasien maupun tenaga medis.

“Harapan kami, masyarakat senang, dokternya juga senang,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Ketua IDI Jawa Timur dr. Sutrisno menyoroti tingginya tingkat komersialisasi sektor kesehatan. Ia menyebut bahwa dari 25 perusahaan paling menguntungkan di Amerika tahun 2025, tujuh berasal dari sektor kesehatan.

Hal ini menunjukkan potensi ekonomi yang besar, namun juga menuntut para dokter tetap menjaga etika dan profesionalisme.

Baca juga: Dokter Abdul Fatah Terpilih Jadi Ketua IDI Gresik 2025-2028, Siap Lanjutkan dan Perbaiki Program Kerja
Ia juga menyoroti pertumbuhan rumah sakit di Indonesia yang kini mencapai 3.400 unit, mayoritas merupakan rumah sakit kecil milik holding atau pemerintah daerah.

Selain itu, ia mengajak para dokter untuk tidak meninggalkan potensi lokal seperti pengobatan herbal.

“Jamu itu uangnya triliunan. Jangan terlalu silau dengan produk dunia,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif menegaskan bahwa Pemkab Gresik bersikap selektif dalam memberi izin bagi rumah sakit luar daerah yang ingin membuka cabang di Gresik. Beberapa pengajuan izin telah ditolak demi melindungi ekosistem kesehatan lokal.

“Kami ingin masyarakat Gresik tetap menggunakan layanan kesehatan daerahnya sendiri. Ini bentuk keberpihakan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Pemkab akan terus memperkuat RSUD Ibnu Sina sebagai rumah sakit utama daerah. RS Semen difokuskan pada layanan jantung, sementara RS Petro akan dikembangkan untuk gastroenterologi.

Tak lupa, ia menekankan pentingnya optimalisasi layanan BPJS seiring tercapainya Universal Health Coverage (UHC) di Gresik.

“Tidak boleh ada iuran tambahan. Semua harus gratis dan optimal,” ujarnya. (qom)

Editor :