klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pengelola DD dan ADD Dianggap Tidak Beres, Ratusan Warga Geruduk Balai Desa

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Sejumlah warga mendatangi Balai Desa Candi Binangun, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan menuntut transparansi ADD. (Didik Nurhadi/Klikjatim.com)
Sejumlah warga mendatangi Balai Desa Candi Binangun, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan menuntut transparansi ADD. (Didik Nurhadi/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com l Pasuruan - Ratusan warga Desa Candi Binangun, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Patriot Nasional (PN) menggeruduk balai desa setempat. Mereka menanyakan transparansi penggunaan dana desa (DD), Rabu (4/2/2020) siang.

Sejumlah masyarakat menduga mantan Kepala Desa (Kades) serta oknum perangkat desa setempat memainkan penggunaan anggaran DD dan ADD.

[irp]

Dalam dialog di balai desa, warga mempertanyakan kegiatan pembangunan yang bersumber dari DD dan ADD serta APBDes di Desa Candi Binangun. "Kami minta pertanggungjawaban pekerjaan pembangunan. Karena dugaan kuat, ada oknum perangkat desa yang bermain. Dan oknum tersebut harus dipecat sebagai perangkat," tegas koordinator aksi, Hasan.

Selain itu, warga juga menanyakan program-program fisik di Desa Candi Binangun baik itu berasal dari DD atau ADD.  Warga menilai ada ketidaksesuaian dengan nominal yang disosialisasikan. "Dugaan kami ada penyimpangan di penggunaan anggaran DD dan ADD," ucapnya.

[irp]

Hal sama juga ditegaskan Nofi Hariyanto dari LBH PN. Dia menyatakan, ada dugaan penyimpangan penggunaan DD dan ADD di Desa Candi Binangun yang dilakukan mantan Kades bersama perangat desa. "Makanya kita mendampingi warga datang ke balai desa menuntut transparasi penggunaan anggaran DD. Dan minta buku rekening milik desa yang selama ini disimpan oleh Kades setempat," sambungnya.

Ia mengancam akan membawa persoalan ini ke ranah hukum. "Kami bersama warga akan melaporkan dugaan penyimpangan ini ke Kejaksaan," tandasnya.

Menanggapi tuntutan warga, Camat Sukorejo, Diano Vela Fery mengatakan, akan melakuan evaluasi atas persoalan ini. "Ada beberapa tuntutan warga. Salah satunya pemberhentian seorang perangkat desa. Mereka juga meminta Kades baru tidak melempem seperti kades lama," tuturnya.

Mantan Camat Pandaan itu menambahkan, pihaknya akan melakukan inventarisasi kepada seluruh perangkat desa. Hal ini diperlukan agar kejadian ini tidak terulang lagi di wilayah Sukorejo. (dik/bro)

Editor :