Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan BKN Award Tahun 2023

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro Aan Syahbana menerima piagam penghargaan BKN Award (Pemkab Bojonegoro for Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro berhasil meraih penghargaan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Award 2023. Penerimaan penghargaan dilaksanakan di Bumi Surabaya City Resort, Kamis (8/6/2023) lalu.

Pemkab Bojonegoro berhasil meraih 2 penghargaan BKN Award 2023. Kedua penghargaan tersebut yakni, kategori Implementasi Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) Manajemen ASN Terbaik dan kategori Elemen Implementasi Manajemen ASN dan Perencanaan Kebutuhan dan Mutasi Kepegawaian.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Plt. Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana kepada Pemkab Bojonegoro yang diwakili oleh Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro Aan Syahbana.

Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana mengatakan, BKN Award 2023 bertema Talent Management 2030 Smart, Agile and Empathy ini terbagi dari 3 kategori. Di antaranya, pertama, kategori utama berupa implementasi manajemen ASN Terbaik.

Baca juga: Jaga Kesatuan dan Persatuan Bangsa, Ini Pesan Bupati Anna Mu’awanah

Kedua, kategori elemen implementasi manajemen ASN dan pemanfaatan sistem informasi yang mencakup perencanaan kebutuhan dan mutasi kepegawaian, pengembangan kompetensi, implementasi penerapan manajemen kinerja, penerapan pemanfaatan data sistem informasi dan CAT.

“Dan yang ketiga, kategori special mention yakni komitmen peningkatan pelayanan kepegawaian BKN,” ujarnya.

Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana menambahkan, terkait peningkatan kualitas manajemen ASN dan perlunya big data. Perencanaan seperti kebutuhan pegawai penting sehingga penempatan dan mutasi pegawai tidak berdasarkan atas keinginan melainkan atas dasar kebutuhan.

“Award ini berevolusi. Kami mencari kategori yang bisa mewakili kemajuan manajemen ASN. Juga, metodologi untuk penilaiannya,” tambahnya.

Lebih lanjut, kepada para penerima untuk tidak terlena dengan penghargaan yang diterima, karena banyak daerah lain yang berupaya keras mengejar ketertinggalannya.

“Sukses semua untuk Provinsi Jawa Timur dan kabupaten kota yang mendapatkan award. Untuk yang belum, jangan patah semangat karena semua bisa dikejar,” pungkasnya. (qom)