Pemilik dan Pemasang Jebakan Tikus Listrik di Kanor Bojonegoro Diancam 5 Tahun Penjara

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Kedua tersangka menangis saat diinterogasi Kapolres AKBP Budi Hendrawan dan Kasatreskrim AKP Iwan Hari Poerwanto. (Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Polres Bojonegoro telah menahan dua tersangka pemasang jebakan tikus beraliran listrik yang menewaskan sekeluarga di Desa Tambakrejo, Kecamatan Kanor. Kedua tersangka menangis histeris yang berada di Mapolres Bojonegoro.

BACA JUGA :  Barisan Soekarnois Siap Bawa Eri-Armuji Menang Tebal di Pilwali Surabaya

Dua orang yang ditetapkan tersangka yakni Tiono (63) dan Suryadi (57). Keduanya merupakan warga Desa Tambakrejo yang memasang jebakan tikus listrik.

Kapolres Bojonegoro AKBP Budi Hendrawan mengatakan, dua tersangka memiliki peran masing-masing. Tersangka T merupakan pemilik sawah dan sumber aliran listrik. Sementara tersangka S hanya seorang tukang yang diminta tersangka T memasang instalasi listrik di sawahnya.

“Jadi, pemilih sawah dan sumber aliran listrik itu dari rumah T. Kalau tersangka S dia sebagai tukang yang memasang kabel,” ungkapnya saat rilis di Mapolres Bojonegoro, Senin (19/10/2020).

Budi menegaskan, setelah melalui serangkaian pemeriksaan dari beberapa saksi dan perwakilan dari keluarga korban, polisi akhirnya berkesimpulan dua tersangka tersebut cukup bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka.

“Dari kejadian tersebut dua tersangka di jerat dengan Pasal 359 KUHP Jo 55 KUHP dengan ancaman paling lama 5 tahun,” tegas dia.

Dijelaskan Budi, jebakan tikus beraliran listrik ini sebelumnya sudah ada ada larangan pemasangan karena membahayakan. Kasus ini, lanjut Budi, bukan kasus pertama kali, sebelumnya juga sering kejadian warga yang tersengan jebakan tikus beraliran listrik.

“Kami megimbau agar warga jangan lagi memasang jebakan listrik di sawah, karena jebakan tersebut bisa membahayakan masyarakat dan juga diri sendiri,” imbaunya.

Sebelumnya, Minggu (11/10/2020) satu keluarga di Desa Tambakrejo, Kecamatan Kanor tewas akibat tersengat jebakan tikus beraliran listrik yang dipasang di sawah. Korban meninggal yakni Parno (suami), Riswati (istri), Jayadi (anak) dan Arifin (anak), Mereka meninggal di sawah secara bergantian malam hari dan baru diketahui warga pagi harinya. (mkr)