Pembahasan Besaran UMK Gresik 2023 Alot, Segini Opsi Kenaikannya

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Ilustrasi Profil Ketenagakerjaan di Indonesia (Dok/Kemenaker.go.id)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Besaran kenaikan Upah Minimun Kabupaten atau UMK Kabupaten Gresik 2023 masih alot.

Dalam rapat bersama di Dewan Pengupahan Kabupaten Gresik sejak tanggal 20 hingga 22 November hari ini, masih belum ada kesepakatan antara perwakilan pengusaha, pekerja, dan pemerintah mengenai besaran kenaikan UMK Gresik tahun depan.

Baca juga: UMK Gresik Naik, Apindo Berikan Tanggapan

Perwakilan buruh atau pekerja dalam Dewan Pengupahan mengusulkan kenaikan UMK Gresik 2023 sebesar 13 persen, sementara perwakilan pemerintah 7 persen, sedangkan dari perwakilan pengusaha mengusulkan kenaikan 0 persen.

Imam Syaifuddin perwakilan pekerja mengatakan, sejak awal buruh menginginkan UMK 2023 naik 10-13 persen dari UMK 2022. Dia mendasarkan penghitungan usulan kenaikan UMK pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan nomor 18 tahun 2022.

“Tapi teman-teman pengusaha masih kukuh mendasarkan aturan kenaikan upah pada PP 36 yang artinya upah tidak akan naik, padahal sudah ada Permen 18 aturan rumusan upah yang baru,” ungkap dia, Selasa (22/11/2022).

Imam menyebut, hasil rapat dari internal buruh sendiri tetap akan mengusulkan kenaikan UMK sebesar 13 persen. Bahkan para buruh berencana akan turun ke jalan.

“Namun aturan pengupahan yang baru dari Kemenaker memberikan angin segar bagi buruh. Selanjutnya kebijakan pimpinan daerah dan penetapan gubernur nantinya bagaimana,” kata Imam.

Sementara itu perwakilan pengusaha dalam Dewan Pengupahan Ichwansyah mengatakan, pleno pada Senin kemarin masih terkait legal standing. Apakah menggunakan Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 2021 atau Permenaker 18 tahun 2022.

Namun yang pasti, lanjut Ichwansyah, pihak pengusaha mengusulkan penyesuaikan UMK 2023 itu menggunakan PP 36 tahun 2021. Hal itu telah melalui rapat internal Asosiasi Pengusaha dalam membahas kenaikan UMK ini.

“Iya kami mengacu PP 36,” tuturnya.

Dari sisi pemerintah, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Disnaker Gresik Joko Budi Sutrisno menyampaikan, pembahasan penyesuaian UMK Gresik 2023 masih berlangsung.

Baca juga: UMK Gresik 2021 Direncanakan Turun, Buruh Siapkan Demo Besar-besaran

Apalagi penetapan UMK dan UMR 2023 oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan mundur pada 7 Desember mendatang.

“Kemarin rencana akan ditetapkan 30 November, kemudian mundur ke 7 Desember. Ini masih kami bahas di dewan pengupahan secara matang,” kata dia.

Perlu diketahui UMK Gresik tahun 2022 ini nilainya sebesar Rp4.372.030. Bila usul kenaikan 13 persen yang diminta kalangan buruh diakomodir, maka UMK Gresik 2023 naik menjadi Rp4.940.393 rupiah. (yud)