KLIKJATIM.Com | Gresik - Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kabupaten Gresik terus mengoptimalkan penyembuhan pasien yang masih dirawat. Hingga kini, masih ada 103 pasien Covid yang masih menjalani perawatan atau isolasi di sejumlah rumah sakit, klinik atau karantina mandiri.
[irp]
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto yang sekaligus Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik yakin, dengan tingkat kesembuhan yang lebih banyak dibanding pasien positif, maksimal akhir Desember 2020 sudah tidak ada lagi pasien yang dirawat. "Pada Senin (09/11/2020) konfirmasi pasien yang masih menjalani perawatan atau kasus positif aktif ada 60 orang," kata Bupati Sambari Halim Radianto
Dijelaskan, dari 103 orang pasien positif ini, sebagianbesar tidak memiliki gejala atau OTG. Sedangkan yang dirawat di RS jumlahnya kurang dari separo dari kasus aktif Covid. "Pasien OTG yang menjalani perawatan ini menjalani rehabilitasi di Pondok Rehabilitasi Observasi Pasien di Stadion Gelora Joko Samudro. Sebagianbesar lainnya menjalani isolasi mandiri dan mereka kebanyakan OTG," jelas Bupati Gresik.
Berdasarkan data perhari Minggu (8/11/2020), jumlah kasus COVID-19 di Gresik sebanyak 3.671 orang. Jumlah pasien sembuh sebanyak 3.335 orang. Pasien meninggal sebanyak 233 orang. Sedangkan pasien yang masih menjalani perawatan sebanyak 103 orang. "Pasien yang masih menjalani perawatan di Gejos maupun mandiri, ini tingkat kesembuhannya tinggi," jelas bupati.
Sambari Halim Radianto memiliki perhitungan sendiri untuk menekan pasien positif. Dalam sepekan terakhir, pasien yang posiif tercatat 63 orang. Sedangkan yang sembuh lebih banyak yakni 85 orang, untuk yang meninggal hanya 5 orang. Maka dari selisih pasien positif dan sembuh ada 17 orang. Jika yang meninggal diabaikan, maka selisih pasien yang positif ada 22 orang.
"Hitungan kami pasien yang selesai Covid rata-rata seminggu ada selisih 20 orang. Sehingga jika ada pasien positif pekan depan dikurangi laju kesembuhan yang lebih banyak, maka dalam 5 Minggu kedepan atau maksimal akhir Desember sudah tidak ada lagi pasien yang dirawata," jelas Bupati Gresik.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, drg Saifudin Gozali mengungkapkan, untuk mengendalikan kasus COVID-19 pihaknya mengintensifkan pengetatan protokol kesehatan di seluruh sektor baik pusat keramaian, pasar, perkantoran maupun pemukiman warga.
Pemkab Gresik juga terus melakukan sosialisasi terkait protokol kesehatan. Bagi pelanggar, tidak hanya didenda dan hukuman fisik, tetapi juga memberikan solusi untuk memutus mata rantai. Penanganan kasus COVID-19 juga didasari kearifan lokal. Karena yang dilakukan Surabaya tidak bisa disamakan dengan daerah lainnya.
Dijelaskan, pihaknya juga memperbanyak tracing tracking dan testing kepada warga yang berpotensi terkonfirmasi. Pemantauan terhadap warga yang bekerja di luar Gresik, pendatang baru juga diperketat bahkan jika perlu dilakukan testing rapid tes atau PCR.
"Ini kami lakukan semata karena kami berusaha melindungi warga Gresik. Kami berharap warga Gresik untuk bisa memahami, karena kita juga semua berharap pandemi ini selesai ketika menjadi endemi pasti roda perekonomian berjalan," jelas drg Saifudin Gozali.
Sementara itu, pasien sembuh Covid-19 di Kabupaten Gresik pada Senin (9/11/2020) tercatat ada 10 orang. Sedangkan pasien yang terkonfirmasi positif bertambah 8 orang. Secara keseluruhan jumlah pasien Covid di Kabupaten Gresik mencapai 3.679 orang, untuk pasien sembuh totalnya ada 3.345 orang. Hingga kini pasien yang masih menjalani perawatan ada 101 orang. (hen)
Editor : Redaksi