klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Beredar Pupuk NPK Phonska Palsu, Petani Tulungagung Resah

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Temuan pupuk NPK diduga palsu dalam kemasan pupuk subsidi phonska. (ist)
Temuan pupuk NPK diduga palsu dalam kemasan pupuk subsidi phonska. (ist)

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Para petani di Kabupaten Tulungagung dibuat resah dengan beredarnya pupuk yang diduga palsu. Hal ini diketahui setelah petani menggunakan pupuk bermerek Phonska tersebut untuk pertanian, dan hasilnya malah menguning.

[irp]

Awalnya petani tidak menaruh kecurigaan sama sekali. Pasalnya pupuk itu dikemas dalam karung pupuk subsidi yang dijual di salah satu toko. Namun diakui, bahwa toko tersebut memang bukan merupakan distributor resmi pupuk bersubsidi.

"Tidak curiganya itu karena pupuk sekilas mirip dengan pupuk asli. Dan setelah digunakan ternyata hasilnya jelek, tidak seperti biasanya. Tanaman malah menguning," jelas Ketua Kelompok Tani Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung, Samsuri pada Sabtu (7/11/2020).

Dengan kejadian ini sehingga petani terpaksa harus memulihkan kondisi tanamannya. Mereka pun mengaku sangat dirugikan dengan beredarnya pupuk diduga palsu itu.

Menurutnya, pupuk diduga palsu ini sudah beredar sejak satu bulan terakhir. Untuk mendapatkan pupuk tersebut, petani harus merogoh kocek mulai Rp 170 ribu sampai Rp 190 ribu setiap sak pupuk.

Selanjutnya diungkapkan bahwa dalam musim tanam Oktober 2020-Maret 2021 (Okmar) ini, para petani sedang membutuhkan banyak pupuk. Tapi jatah pupuk subsidi dari pemerintah diakui terbatas.

"Makanya (petani) cari tambahan termasuk pupuk non subsidi," tambah Samsuri.

Sementara itu, pihak Petrokimia Gresik (PG) hingga berita ini dituliskan belum dapat dikonfirmasi. Bagian Humas PG, Edri saat dikirim pesan melalui WhatsAppnya di nomor 0822333xxxxx tak ada jawaban. (hen)

Editor :