klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

SMP dan SMA Harus Merata di Seluruh Kecamatan di Sidoarjo

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Cawabup Sidorjo, Dwi Astutik memberikan paparan visi misinya. (Satria Nugraha/klikjatim.com)
Cawabup Sidorjo, Dwi Astutik memberikan paparan visi misinya. (Satria Nugraha/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo - Banyak pelajar yang akan melanjutkan ke tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) selalu dibingungkan dengan minimnya sekolah negeri yang ada di wilayahnya. Hal ini salah satunya dikatakan oleh tokoh masyarakat Kecamatan Tulangan Wildan.

[irp]

Menurut dia, di wilayahnya terkait keberadaan SMP Negeri dan SMA Negeri sangat terbatas. Sehingga permasalahan ini harus segera mendapatkan solusi.

“Di Tulangan ini SMP Negerinya cuma satu. Sehingga persaingannya ketat, kasihan warga yang kurang mampu bila anak-anaknya harus sekolah di sekolah swasta. Saya harap masalah ini tidak terus-terusan terjadi, bahkan kami itu sudah pernah curhat ke kades (kepala desa) agar diteruskan ke pemerintah,” tegasnya.

Polemik ini pun diharapkan Wildan, juga diketahui oleh pasangan calon pemimpin Sidoarjo periode 2021-2024. Dan ke depannya agar sekolah negeri bisa merata di setiap daerah.

Calon Wakil Bupati (Cawabup) Sidoarjo, Dwi Astutik langsung tergerak untuk memperjuangkan nasib generasi bangsa di Sidoarjo. Wanita yang juga tokoh Dewan Pendidikan Jatim ini memahami betul permasalahan tersebut.

Menurutnya, jangan sampai kasus ini tidak ada solusi dan merembet menjadikan pelajar tidak semangat bersekolah, hingga menurunnya prestasi mereka. “Jika kami diamanahkan menjadi pemimpin Sidoarjo, maka langkah kami yang pertama adalah pemerataan pendidikan," jelas Cawabup yang kerap disapa Bunda Dwi tersebut.

Paslon Sidoarjo Makmur ini juga menekankan terhadap tantangan sekolah negeri yang belum merata. Menurutnya, permasalahan itu jangan sampai berlarut dan harus segera dikaji.

“Curhatan itu kami tampung, jika kita diamanahkan. Kita upayakan pembangunan SMP dan SMA Negeri merata di seluruh kecamatan di Sidoarjo," tuturnya.

"Intinya, jika sebagai pemimpin harus siap menerima aduan dan memberi solusinya,” tegas Dwi. (nul)

Editor :