klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Ngaku Sebagai Karyawan Bank, Seorang Wanita Berhasil Tipu Puluhan Warga Malang Miliaran Rupiah

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Malang—Puluhan warga Kabupaten Malang menjadi korban penipuan investasi bodong. Dengan mudah mereka menyetorkan uang puluhan juta kepada seorang wanita yang mengaku sebagai karyawan bank.

[irp]

Kasus penipuan itu kini telah didalami aparat Polres Malang. Puluhan korban itu dimintai keterangan oleh polisi. Posko pengaduan disentralkan di Polsek Pakis. Sebab, mayoritas korban berasal dari Kecamatan Pakis dan Kecamatan Jabung.

M Alfan Su'udi (29), salah seorang korban, mengaku sudah menyetorkan uang sebesar Rp 20 juta kepada pelaku. Setoran pertama dilakukan oleh istri Alfan, usai bertemu pelaku yang merupakan seorang perempuan, yang mendatangi rumah mereka di Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung pada Agustus lalu.

"Kami total setor Rp 20 juta. Untuk setoran Rp 10 juta dijanjikan bunga sebesar Rp 400 ribu plus HP merek Vivo ketika penyetoran awal dilakukan," ucap Alfan kepada wartawan di Malang, Rabu (28/10/2020).

Uang Rp 20 juta disetorkan Alfan untuk mengikuti program deposito Faedah yang ditawarkan pelaku. Menurut Alfan, pelaku mengaku sebagai karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah.

"Ketika setor, kita diminta tunai dan hanya diberi kuitansi dan HP Vivo serta hadiah payung. Banyak yang tidak sadar, ketika itu jadi korban penipuan, termasuk saya," katanya.

Berbeda dengan Sri Bawon (45), warga Bunut, Kecamatan Pakis yang sudah menyetorkan uang sebanyak Rp 32 juta. Setoran dilakukan secara bertahap dengan mengikuti program pendidikan yang ditawarkan pelaku.

"Saya ikut program pendidikan dengan total setoran Rp 32 juta. Ada beberapa program dan jumlah deposito ditawarkan pelaku. Misalnya, setoran Rp 5 juta akan mendapatkan bagi hasil sebesar Rp 200 ribu setiap bulannya," terangnya ditemui terpisah.

Sama halnya dengan korban lain, Sri hanya diberi bukti kuitansi saat penyetoran uang. Termasuk mendapatkan hadiah langsung dari pelaku. "Orangnya mengaku karyawan BRI Syariah," tegasnya.

"Hari ini, kami dari Satreskrim Polres Malang tengah meminta keterangan warga atas dugaan tindak pidana penipuan. Modusnya, pelaku menawarkan deposito berlabel salah satu bank," ujar Kanit I Tindak Pidana Umum Satreskrim Polres Malang Iptu Ronny Margas kepada wartawan di lokasi.

Ronny membeberkan, sesuai keterangan korban, pelaku menawarkan beberapa program dengan pemberian bunga setiap bulannya. Yaitu program faedah, simpanan pendidikan dan tabungan haji.

"Pelaku memalsu nama salah satu bank untuk meyakinkan korban, bahwa program-program itu tengah dimiliki bank tersebut. Besaran bunga menyesuaikan setoran deposito. Untuk sementara ada 67 korban yang kita mintai keterangan dengan total kerugian ditaksir hampir Rp 2 miliar," pungkas Ronny. (hen)

Editor :