KLIKJATIM.Com ǀ Surabaya – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman memastikan partainya akan menjadi oposisi pemerintah. Karena di dalam demokrasi, tentunya ada pemenang dan ada yang dikalahkan sehingga iklim berdemokrasi tetap bisa hidup.
“Agar tetap bisa hidup, maka PKS dengan tegas saat ini mengambil posisi oposisi dengan pemerintah,” ungkap pria kelahiran Tasikmalaya ini saat ditemui di Surabaya waktu lalu.
[irp]
Dia mentakan, keputusan bersikap oposisi sudah bena-benar dipertimbangkan. Termasuk konsekuensi yang bisa saja terjadi pun sudah dipikrikan.
“Kami juga siap, jika sebagai oposisi nantinya ada kriminalisasi dari pihak-pihak penguasa. Tapi kami berharap, Presiden Jokowi tidak seperti itu,” lanjutnya.
Selain itu, pemerintah juga diharapkan tidak ‘baper’ (bawa perasaan) jika nantinya selalu dikritik oleh PKS. Utamanya tentang kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.
[irp]
“Kritikan itu membangun sehingga pemerintah tak usah baper,” jelasnya.
Bagaimana jika mendapat tawaran jatah menteri atau memegang tampuk BUMN? Sohibul menegaskan, pihaknya akan menolak bertemu Presiden Jokowi, sebelum pelantikan presiden terpilih.
“Kalau bertemu sekarang sebelum pelantikan, pendapat orang sudah macam-macam termasuk mau minta jatah menteri. Sekali lagi kami tegaskan PKS oposisi,” tandasnya. (try/roh)
Editor : Redaksi