klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Usaha Mandek Selama Pandemi, Pengusaha Travel Banyuwangi Banting Setir Budidaya Anggrek

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat berkunjung ke lokasi pembudidayaan anggrek di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. (Apriliana Devitasari/klikjatim.com)
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat berkunjung ke lokasi pembudidayaan anggrek di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. (Apriliana Devitasari/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi - Sebaran pandemi Covid-19 di berbagai negara termasuk Indonesia, membuat sebagian kalangan terpaksa harus berpikir keras untuk tetap bertahan. Salah satunya adalah Rohimah (45), seorang pengusaha travel asal Banyuwangi.

[irp]

Diakui sejak masa pandemi tiba, usaha travel yang dirintis bersama dengan keluarganya itu jatuh terpuruk. Travel milik Rohimah yang biasanya melayani orderan wisata manca negara, kini telah mandek.

"Kami sebenarnya yakin bahwa jasa travel suatu saat akan pulih kembali, namun kan roda ekonomi keluarga harus terus berjalan. Maka kami berputar otak mencari peluang lain," jelas Rohimah.

Melihat kondisi pandemi yang mengharuskan orang banyak tinggal di rumah, maka terbesit pikiran untuk kegiatan berkebun. Dari situlah Rohimah mengambil keputusan dan memanfaatkan situasi dengan melakukan budidaya anggrek. Hal ini sekaligus untuk mengembangkan hobinya.

"Membudidayakan anggrek jadi pilihan kami. Selain tanaman yang sedang dicari orang, saya pikir tanaman yang berbunga pasti akan lebih diminati orang. Berbekal hobi merawat anggrek, kami pun lalu bertekad mulai menekuni ini sejak Juni 2020 lalu," ungkapnya.

Tinggal di lingkungan yang sejuk di kaki Gunung Raung, tepatnya di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu adalah sangat cocok untuk membudidayakan anggrek. Apalagi, Rohimah bersama keluarganya memiliki lahan yang luas di daerah tersebut. Sehingga dapat mengembangkan berbagai jenis anggrek seperti dendro, catleya, bulan, tanah dan panda. Ada juga anggrek hutan endemis Raung sebanyak 27 spesies.

Dalam pembudidayaan ini, Rohimah memberdayakan warga sekitar lewat proses pembibitan. Warga dilibatkan untuk perawatan dan pembesaran bibit dalam pot yang jumlahnya mencapai ribuan. “Kami menitipkan ke warga sekitar untuk pembesaran bibit, dan nanti (mereka) kami berikan upah pembesarannya. Mereka juga kami beri kesempatan untuk ikut menjual tanaman anggrek yang ada di sini,” terangnya.

Lebih lanjut diungkapkan, dalam pembudidayaan ini juga dibantu dengan adanya laboratorium dari Malang untuk pengembangan varietas anggrek. Hal ini diperlukan, karena ke depannya diharapkan tidak sekedar melakukan budidaya saja. Tapi tempat ini juga akan menjadi pusat edukasi anggrek yang bisa memberikan pengetahuan dan pelatihan budidaya.

Meski belum genap setahun menekuni pembudidayaan anggrek, tapi sudah banyak konsumen yang tertarik dengan anggrek-anggreknya. Ada yang hanya beli bibitnya saja, juga ada sebagian membeli anggrek yang sudah berbunga. Para pembeli ini datang dari luar kota seperti Surabaya, Jakarta dan Lombok.

"Harapan kami di sini jadi tempat rehabilitasi tanaman anggrek hingga menjadi museum anggrek spesies Raung,” cetusnya.

Bahkan, ke depan Rohimah memiliki impian untuk menjadikan desanya sebagai kampung anggrek. Setiap rumah bisa menjadi pembudidaya anggrek dan menjualnya kepada konsumen.

“Harapan kami kampung ini bisa menjadi sentra anggrek yang menjadi jujugan orang dari manapun untuk mencari anggrek. Sehingga kami semua bisa maju dan sejahtera bersama,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas sangat mengapresiasi semangat Rohimah dan keluarganya yang tidak gampang menyerah dengan keadaan. Yang membanggakannya lagi, Rohimah justru mampu berinovasi melalui potensi yang dimiliki sehingga menjadi sumber ekonomi.

“Bu Rohimah ini contoh pelaku usaha yang gigih dan mampu beradaptasi dengan keadaan. Sangat inspiratif untuk ditiru oleh pelaku usaha lainnya yang terdampak pandemi,” ujar Anas.

Anas juga meminta kepada Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi untuk terus melakukan pendampingan. "Dinas Pertanian tolong memfasilitasi apa yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha mereka. Terutama pemasaran produknya," pungkasnya. (nul)

Editor :