klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bawaslu Sidoarjo Segera Klarifikasi Tim Sukses Paslon Terkait Kampanye Dangdutan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kegiatan kampanye salahsatu paslon di Sidoarjo dengan menghadirkan dangdutan dan panggung terbuka.
Kegiatan kampanye salahsatu paslon di Sidoarjo dengan menghadirkan dangdutan dan panggung terbuka.

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Bawaslu Sidoarjo akan memanggil tim sukses dan paslon nomor 1 terkait dugaan pelanggaran kampanye karena menggelar panggung musik. Pemanggilan rencananya akan dilakukan Selasa (13/10/2020) mendatang.

[irp]

“Kami telah mendapatkan informasi awal kegiatan paslon nomor 1 terkait indikasi pelangaran yaitu melakukan dangdutan atau pentas seni. Hari ini kami akan memanggil Panwascam Wonoayu. Besok akan kami panggil pihak yang mempunyai kepentingan dalam kegiatan tersebut, termasuk timses,” ujar Koordiv Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Sidoarjo, Mohammad Rasul, Minggu (11/10) sore.

Rasul melanjutkan, komisioner Bawaslu Sidoarjo akan memproses dan akan memanggil secepatnya yang bersangkutan . Menurut Rasul, ada tiga hal yang akan dilakukan Bawaslu yaitu memberikan surat peringatan, bila ada unsur pidana akan ditindaklanjuti dan bila ada pelangaran protokol kesehatan akan direkomendasikan ke tim Gugus Tugas Penanganan covid-19 Sidoarjo.

“Memang kami telah mendapat laporan dari Panwascam Wonoayu, tapi itu belum legal karena belum mengisi berita acara. Tapi itu sebuah indikasi pelanggaran karena tidak ada ijinnya. Nanti kami akan menggelar pleno dan mengetahui jenis pelanggarannya seperti apa,” terang Rasul.

Seperti diketahui, sebuah video yang memperlihatkan paslon nomer 1 BambagHaryo Soekartono – Taufiqulbar bernyanyi di atas panggung di Desa Becirongingor, Kecamatan Wonoayu Sidoarjo menjadi viral di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun bernama M Taufiqulbar Msi pada Hari Kamis (8/10) lalu. Namun sehari sesudahnya, video tersebut telah dihapus.

Sementara itu, Calon Bupati Sidoarjo Bambang Haryo Soekartono (BHS) melalui sambungan telepon menangapi video tersebut. “Saat itu kita di panggung untuk pembuatan video klip. Kita ingin menghidupkan lagi insan seni yang saat ini terpuruk. Kita menggandeng sebuah grup yang lebih dari enam bulan tidak mendapatkan pemasukan. Video tersebut diambil di dalam parkir bus,” tutur BHS, Senin (12/10/2020).

BHS menambahkan, soal izin sudah dilaporkan oleh LO dan pembuatan video klip tersebut tidak melibatkan orang luar. “Penontonnya ya kru grup musik tersebut. Di pintu masuk ada Panwas dan Kepolisian. Kalau timses kita di panggil Bawaslu ya tidak masalah. Nanti tim akan mengklarifikasinya,” terang BHS. (hen)

Editor :