klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Selamat, Cek Bansos Covid-19 Banyuwangi Terima Penghargaan Indonesia Smart Nation 2020

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com I Banyuwangi  - Aplikasi Cek Bansos (bantuan sosial) Covid-19 Banyuwangi yang berbasis pelaporan online mendapat penghargaan di Indonesia Smart Nation 2020. Aplikasi ini bertujuan memastikan bansos dari pusat hingga daerah tersalur merata dan tepat sasaran.

"Banyuwangi serius melakukan pendataan bansos bagi warga yang terdampak pandemi," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Rabu (7/10/2020).

Cek Bansos  Covid-19 membuka pelaporan online bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak pandemi Covid-19. Sistem pelaporan ini digunakan untuk menampung warga yang belum terdaftar di skema jaring pengaman sosial, baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten. Selain itu, warga bisa mengecek para penerima bansos dari pusat, provinsi, maupun kabupaten.

“Ada kemungkinan warga terdampak belum menerima bantuan. Untuk itu, kami menyediakan pelaporan online, di samping warga bisa juga lapor ke desa atau kelurahan atau kecamatan,” ujar Anas.

Pelaporan online tersebut terintegrasi dalam sebuah program Smart Kampung. Smart kampung yang digagas Pemkab Banyuwangi sejak 2016. Ini memberikan banyak kemudahan dalam penanganan Covid-19, termasuk dalam pendataan penerima bantuan sosial (bansos).

Selama ini, pemkab Banyuwangi telah melakukan pendataan warga miskin penerima bantuan dari pemerintah yang di-input ke dalam program Smart Kampung yang perekamannya by name by address by NIK. Dari data yang sudah ada, lantas dikategorisasikan mana yang bantuan pusat, provinsi, maupun kabupaten.

"Karena datanya terintegrasi, yang sudah mendapat bantuan pusat tidak akan bisa mendapatkan bantuan provinsi. Kemungkinan terjadi penerima ganda sangat kecil," katanya.

Anas melanjutkan, dalam pelaporan bansos online tersebut terdapat dua fitur. Pertama, pelaporan warga yang belum menerima bantuan. Warga bisa melaporkan dirinya sendiri atau melaporkan orang lain yang dinilai layak dibantu. Basisnya adalah nomor induk kependudukan (NIK) yang disilangkan dengan Smart Kampung.

"Jadi misal si A melaporkan tetangganya, si B, nah padahal si B ternyata sudah terdaftar sebagai penerima bantuan, maka otomatis tertolak,” ujarnya.

Fitur kedua adalah pengecekan penerima bansos. Warga cukup memasukkan NIK untuk mengetahui apakah sudah termasuk daftar penerima bantuan atau belum. "Tinggal masukkan NIK, akan ketahuan sudah atau belum mendapatkan bantuan," kata Anas.

Laporan warga yang masuk akan diverifikasi dengan dua tahap. Pertama, NIK disilangkan dengan basis data Pemkab Banyuwangi di Smart Kampung. Jika NIK terdeteksi sebagai penerima bantuan, maka otomatis tertolak. Smart Kampung sendiri adalah sistem digitalisasi pelayanan publik hingga tingkat desa yang dikembangkan Pemkab Banyuwangi.

Verifikasi kedua, ketika warga yang melapor memang belum menerima bansos lainnya, maka tim akan menilai kelayakannya. ”Jika dinyatakan layak, maka bantuan disalurkan. Kami membikin SOP, bantuan tersalurkan paling lambat seminggu sejak dinyatakan layak,” jelasnya. (rtn)

Editor :