KLIKJATIM.Com | Surabaya – Kabar penolakan terhadap petugas medis saat melakukan penjemputan pasien diduga covid-19 masih saja terjadi. Contohnya di Surabaya. Dan mirisnya lagi, dari foto yang beredar menyebutkan seorang petugas medis yang sedang bertugas menjemput pasien di Rumah Susun (Rusun) Bandarejo, justru mendapatkan perlakuan tidak pantas dari pihak keluarga pasien. Bukan hanya ditolak. Tapi juga dilempari dengan kotoran.
[irp]
Saat dikonfirmasi, Kabag Humas Pemerintah Kota Surabaya, Febri Adhitya Prajatara pun mengakui terjadinya peristiwa tersebut. Saat itu petugas melakukan tracing terhadap salah satu warga Rusun Bandarejo, Surabaya.
Namun pihak pasien tidak terima dengan penjemputan ini. Sehingga keluarga dari pasien bertindak nekat melempari petugas dengan kotoran dan mengenai alat pelindung diri (APD) salah seorang petugas.
"(Keluarga) tetap saja enggak terima, terus gitu (melumuri kotoran) ke baju hazmatnya petugas," ujar Febri, Kamis (1/10/2020).
Dikatakan, permintaan petugas untuk menjemput pasien tersebut ditolak oleh anak dan istrinya. Mereka pun menghalangi petugas medis yang berada di lapangan.
Namun setelah dilakukan mediasi, akhirnya pihak keluarga mengizinkan pasien untuk dibawa ke rumah sakit. "X (pasien) ini ternyata ada komorbidnya, sehingga harus dibawa ke rumah sakit rujukan, harus dibawa ke BDH (Bhakti Dharma Husada)," tambahnya.
Selanjutnya Febri juga tetap mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) demi kebaikan bersama. Harapnnya bisa melakukan pencegahan penularan Covid-19 di Kota Surabaya. (nul)
Editor : Redaksi